Tampilkan posting dengan label senyawa karbon. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label senyawa karbon. Tampilkan semua posting

Minggu, 18 September 2016

Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Ester

         Blog KoKim - Pembahasan terakhir terkait dengan senyawa ester atau alkil alkanoat adalah tentang Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Senyawa Ester. Untuk materi lain, silahkan teman-teman baca artikelnya dengan judul "tatanama senyawa ester" dan "sifat-sifat senyawa ester". Kita bagi menjadi tiga bagian pembahasan untuk artikel Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Ester ini. Langsung saja kita pelajari yang pertama submateri pembuatan senyawa ester.

Pembuatan Senyawa Ester
Ester dapat dibuat dengan beberapa cara, yaitu:
1). Reaksi esterifikasi.
Mereaksikan asam karboksilat dengan alkohol dalam suanana asam (dalam asam sulfat pekat).
2). Mereaksikan perak karboksilat dengan alkil halida.
3). Mereaksikan anhidrida asam alkanoat dengan alkohol.
4). Mereaksikan halogen asam alkanoat dengan alkohol.

Kegunaan Senyawa Ester atau alkil alkanoat
Kegunaan ester dapat kalian jumpai dikehidupan sehari-hari. Untuk lebih memahaminya dapat kalian pelajari uraian berikut:
a. Sebagai essence pada makanan dan minuman. Beberapa ester mempunyai aroma buah-buahan seperti:
b. Beeswax, campuran ester seperti C$_{25}$H$_{51}$COO - C$_{30}$H$_{61}$, dan caurnauba wax digunakan pada cat/pelapis mobil dan mebel.
c. Lemak dan minyak merupakan ester penting yang terdapat pada makanan kita.
d. Ester-ester seperti aspirin dan metil salisilat digunakan dalam pengobatan sebagai analgesik dan antiperadangan. Metil salisilat, juga disebut minyak wintergeen, merupakan bahan utama rasa/bau wintergeen. Etil asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek.
e. Sebagai bahan untuk membuat sabun.
f. Sebagai bahan untuk membuat mentega.
g. Lilin
Kebanyakan bahan pembuat lilin adalah campuran dari dua jenis atau lebih ester dengan zat-zat lain dan merupakan zat padat dengan titik leleh yang rendah. Jika lilin dicampur dengan pelarut tertentu dapat dengan mudah dioleskan untuk salutan pelindung, misalnya untuk membatik.

Keisomeran senyawa ester
Ester memiliki dua macam isomeri, yaitu: isomer struktur/rangka dan isomer fungsi.
1). Isomer Struktur
Isomer struktur pada ester dimulai pada ester dengan jumlah atom karbon tiga. Contoh:

2). Isomer Fungsi
Ester dan asam karboksilat merupakan isomer fungsi karena keduanya memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C$_n$H$_{2n}$O$_2$.
Contoh:
Isomer dari C$_3$H$_6$O$_2$ adalah:

       Demikian pembahasan materi Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Ester dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa karbon pada artikel terkait di bawah ini.


Sifat-sifat Senyawa Ester

         Blog KoKim - Setelah sebelumnya kita mempelajari materi "tatanama senyawa ester", maka pada artikel ini kita lanjutkan dengan membahas Sifat-sifat Senyawa Ester. Seperti biasanya untuk jenis-jenis senyawa karbon lainnya, senyawa ester juga memiliki sifat-sifat baik secara fisika maupun secara kimia. Langsung saja kita bahas submateri pertama yaitu sifat senyawa ester secara fisika.

Sifat Fisika senyawa ester
1). Molekul ester bersifat polar.
2). Titik didih ester terletak antara keton dan eter dengan massa molekul relatif yang hampir sama.
3). Ester dengan massa molekul relatif rendah larut dalam air.
4). Ester dengan sepuluh karbon atau kurang berupa cairan yang mudah menguap dan baunya enak seperti buah-buahan.
Perhatikan sifat-sifat fisika senyawa ester dalam tabel berikut ini:

Sifat Kimia senyawa ester
1). Mengalami reaksi hidrolisis
       Ester merupakan senyawa yang bersifat netral. Biasanya ester mengalami reaksi kimia di gugus alkoksi (- OR') digantikan oleh gugus yang lain. Hidrolisis dipercepat dengan adanya asam atau basa. Hidrolisis dalam suasana asam merupakan kebalikan dari esterifikasi. Ester direfluk dengan air berlebih yang mengandung katalis asam yang kuat. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga reaksi tidak pernah berhenti.

       Jika suatu basa (NaOH atau KOH) digunakan untuk menghidrolisa ester maka reaksi tersebut sempurna. Asam karboksilat dilepaskan dari kesetimbangan dengan mengubahnya menjadi garam. Garam organik tidak bereaksi dengan alkohol sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi tidak dapat balik.

       Reaksi hidrolisis ini digunakan untuk menghidrolisa lemak atau minyak guna menghasilkan gliserol dan suatu garam (sabun). Reaksi ini lebih dikenal dengan reaksi saponifikasi. Contoh:

2). Mengalami reaksi reduksi
Reaksi reduksi suatu ester menghasilkan alkohol.

       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat Senyawa Ester dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa ester yaitu pembuatan, kegunaan, dan keisomeran senyawa ester.


Tatanama Senyawa Ester atau Alkil Alkanoat

         Blog KoKim - Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengkonsumsi berbagai macam minuman rasa buah yang mungkin kebanyakan tidak benar-benar berasal dari buah asli tetapi hanya dicampuri essens (aroma buah). Essens terbuat dari senyawa ester yang aromanya bermacam-macam tergantung ester penyusunnya. Pada artikel ini kita akan membahas senyawa ester atau alkil alkanoat yaitu tentang Tatanama Senyawa Ester atau Alkil Alkanoat. Beberapa ester dan aroma karakteristiknya sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini:

       Ester atau alkil alkanoat merupakan senyawa yang diturunkan dari asam karboksilat dengan mengganti hidrogen pada gugus hidroksilnya dengan gugus hidrokarbon. Oleh karena itu, secara umum struktur dari ester dapat dituliskan seperti berikut:

Perhatikan beberapa rumus struktur senyawa ester pada tabel berikut:

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa senyawa ester terdiri dari senyawa C,H,dan O dengan perbandingan C : H : O adalah 1 : 2 : 2, sehingga rumus umum senyawa ester adalah: $C_nH_{2n}O_2$ .

Tatanama Senyawa Ester
       Ester mempunyai nama IUPAC alkil alkanoat. Penamaan ester menurut IUPAC dilakukan dengan menyebutkan terlebih dahulu alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian nama karboksilatnya. Nama asam diganti dengan nama alkil dari R' karena atom H dari gugus -OH diganti dengan gugus alkil. Adapun tata nama trivial ester disesuaikan dengan tata nama trivial karboksilat.
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Ester atau Alkil Alkanoat dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa Ester yaitu sifat-sifat senyawa ester.


Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Karboksilat

         Blog KoKim - Pada artikel ini kita akan membahas materi Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Karboksilat. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan asam karboksilat yaitu tatanama karboksilat dan sifat-sifat karboksilat. Untuk penjelasan yang pertama, kita bahas pembuatan senyawa asam karboksilat.

Pembuatan senyawa asam karboksilat
1). Oksidasi Alkohol Primer
       Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat, seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Persamaan kimianya:
$ 3R-CH_2OH + 2Cr_2O_7^{2-} + 16H^+ \rightarrow 3R-COOH + 4Cr^{3+} + 11H_2O $
Contoh: pada pembuatan asam cuka di laboratorium

2). Hidrolisis Nitril (Sianida Organik)
       Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. Pada reaksi ini terbentuk amonia. Persamaan kimianya:
$ R-CN + 2H_2O + HCl \rightarrow R-COOH + NH_3 + HCl $

Kegunaan Senyawa Asam Karboksilat
Beberapa asam karboksilat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
1). Asam format
       Asam format adalah cairan tak berwarna , berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol, dan eter. Dalam jumlah kecil terdapat dalam air keringat. Berbeda dengan asam karboksilat yang lain, asam format mempunyai sifat mereduksi. Asam format mereduksi perak nitrat dalam suasana larutan netral, larutan KMnO$_4$ dalam suasana basa, dan mereduksi H$_2$SO$_4$ pekat. Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit, dan di perkebunan karet untuk menggumpalkan lateks.

2). Asam asetat (asam cuka)
       Asam asetat murni disebut asam asetat glasial merupakan cairan bening tak berwarna, berbau sangat tajam, membeku pada 16,6 $^\circ$C, dan membentuk kristal yang menyerupai es atau gelas. Senyawa ini digunakan sebagai asam yang terdapat dalam cuka makanan. Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makanan sekitar 20-25 %.

3). Asam karboksilat suku tinggi dipergunakan untuk pembuatan sabun jika direaksikan dengan basa, misalnya asam stearat, asam palmitat, dan lain-lain.

       Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. Dengan bertambahnya panjang rantai, bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. Contohnya, asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap.

Keisomeran Senyawa Asam Karboksilat
       Senyawa asam karboksilat mempunyai isomer rangka dan isomer gugus fungsi. Isomer asam karboksilat disebabkan ada tidaknya cabang dan letak cabang, selain itu asam karboksilat juga berisomer fungsi dengan ester.
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Pembuatan, Kegunaan, dan Keisomeran Karboksilat dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa karbon yaitu tatanama senyawa ester atau alkil alkanoat.


Sifat-sifat Senyawa Asam Karboksilat

         Blog KoKim - Pada artikel ini kita akan membahas materi Sifat-sifat Senyawa Asam Karboksilat yang merupakan kelanjutan dari materi tatanama senyawa asam karboksilat. Asam karboksilat mempunyai sifat fisik dan sifat kimia (reaksi-reaksi yang terjadi pada senyawa asam karboksilat).

1. Sifat fisik senyawa asam karboksilat.
       Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat, masing-masing memiliki titik didih 101$^\circ$C dan 118$^\circ$C. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antarmolekul asam membentuk suatu dimer.

       Ditinjau dari gugus fungsionalnya, asam karboksilat umumnya bersifat polar, tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. Makin panjang rantai atom karbon, makin berkurang kepolarannya, akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang.

       Sebagaimana alkohol, empat deret pertama asam karboksilat (format, etanoat, propanoat, dan butanoat) dapat larut baik di dalam air. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut, sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut.

       Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar, seperti eter, alkohol, dan benzena. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Oleh karena itu, lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat).

       Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada berikut:

       Semua asam karboksilat adalah asam lemah, harga tetapan kesetimbangan asam (Ka) sekitar $ 1 \times 10^{-5}$. Asam alkanoat yang paling kuat adalah asam metanoat. Jika makin panjang rantai alkil, maka makin lemah asam alkanoat.

2. Sifat kimia senyawa asam karboksilat.
Selain sifat fisik, senyawa asam karboksilat juga mempunya sifat kimia, asam karboksilat dapat mengalami reaksi-reaksi sebagai berikut:
a). Reaksi dengan basa membentuk garam
Garam natrium dan garam kalium dari asam alkanoat rantai panjang disebut sabun. Wujud garam natrium lebih keras daripada garam kalium. Garam natrium disebut sabun keras, sedangkan garam kalium disebut sabun lunak. Larutan garam-garam alkanoat bersifat basa karena mengalami hidrolisis.

b). Penggantian gugus OH dari gugus COOH, sehingga diperoleh turunan asam karboksilat (RCOG), yaitu:
*). Asilklorida (RCOCl) : gugus OH digantikan dengan Cl
*). Ester (RCOOR') : gugus OH diganti dengan OR'
*). Amida (RCONH$_2$) : gugus OH diganti dengan NH$_2$

c). Reduksi gugus CO dari COOH menghasilkan alkohol primer

d). Pembentukan anhidrida asam karboksilat.
Dua gugus asam karboksilat dapat melepas satu molekul air membentuk anhidrida asam dengan pengaruh katalis, P$_2$O$_5$. Persamaan reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:

       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat Senyawa Asam Karboksilat dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan asam karboksilat yaitu pembuatan, kegunaan dan keisomeran asam karboksilat.


Sabtu, 17 September 2016

Tatanama Senyawa Asam Karboksilat

         Blog KoKim - Senyawa Asam karboksilat adalah senyawa karbon dengan gugus fungsi -COOH yang disebut gugus karboksil. Gugus karboksil merupakan gabungan gugus karbonil (C = O) dan gugus hidroksil (-OH). Asam karboksilat merupakan senyawa karbon yang benar-benar menunjukkan derajat keasaman yang cukup besar. Dengan rumus struktur asam karboksilat adalah sebagai berikut:
dimana R adalah gugus alkil.

Perhatikan rumus struktur beberapa senyawa asam karboksilat pada tabel berikut ini:
Berdasarkan tabel di atas terlihat jelas bahwa perbandingan atom C : H : O selalu 1 : 2 : 2, maka rumus umum asam karboksilat (asam alkanoat) adalah: $ C_nH_{2n}O_2$.

Golongan senyawa ini paling awal diselidiki oleh para ilmuwan kimia karena banyak terdapat di alam. Beberapa asam karboksilat biasa yang penting tercantum pada tabel berikut:

       Pada pembahasan senyawa asam karboksilat ini, yang akan dibahas meliputi: tatanama senyawa asam karbosilat, sifat-sifat senyawa asam karboksilat, pembuatan senyawa asam karboksilat, kegunaan asam karboksilat dalam kehidupan sehari-hari, serta keisomeran senyawa asam karboksilat. Mari kita bahas satu per satu, dan pelajari dengan seksama.

Tatanama Senyawa Asam Karboksilat
Penamaan senyawa asam karboksilat ada dua cara yaitu penamaan dengan system IUPAC dan penamaan secara trivial atau nama lazim.
$\clubsuit \, $ Menurut sistem IUPAC, penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana, di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat.
Contoh:

$\clubsuit \, $ Menurut system trivial atau nama lazim, tatanama senyawa asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa latin berdasarkan nama sumbernya dialam.
Contoh:
*). Asam format (formica, artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut,
*). Asam asetat (acetum, artinya cuka) dari hasil distilasi cuka,
*). Asam butirat (butyrum, kelapa) ditemukan dalam santan kelapa, dan
*). Asam kaproat (caper, domba) diperoleh dari lemak domba.

Beberapa nama asam karboksilat secara IUPAC dan Trivial ditunjukkan pada tabel berikut ini:

       Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat menurut system IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1,2,3, dan seterusnya. Adapun trivial menggunakan huruf unani, seperti: $\alpha , \, \beta , \, $ dan $ \gamma $ dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC. Contoh penataan nama asam karboksilat:
Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik, penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat, seperti ditunjukkan berikut ini:

       Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi -COOH, dikenal sebagai dikarboksilat. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. Asam tartrat misalnya, adalah hasil samping fermentasi anggur; asam suksinat, asam fumarat, asam malat, dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada berikut:

Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. Rumus strukturnya seperti berikut:

       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Asam Karboksilat dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan asam karboksilat yaitu sifat-sifat senyawa asam karboksilat.


Kegunaan dan Keisomeran Senyawa Keton

         Blog KoKim - Setelah sebelumnya kita membahas "tatanama senyawa keton atau alkanon" dan "sifat-sifat dan pembuatan keton", pada artikel ini kita lanjutkan dengan pembahasan materi Kegunaan dan Keisomeran Senyawa Keton. Pertama kita akan bahas kegunaan senyawa keton.

Kegunaan Senyawa Keton
       Senyawa Keton yang paling banyak digunakan adalah propanon. Propanon dalam kehidupan sehari-hari dan perdagangan lebih dikenal dengan nama aseton. Kegunaan utama aseton sebagai pelarut untuk lilin, plastik, sirlak, dan pelarut selulosa asetat dalam memproduksi rayon. Aseton juga digunakan untuk pembersih pewarna kuku (kutek). Beberapa keton siklik yang berbau harum digunakan untuk membuat parfum.

Keisomeran Senyawa Keton
Keton dapat memiliki isomer kerangka, posisi, maupun fungsi.
1). Isomer kerangka
Molekul C$_6$H$_{12}$O dapat berbentuk:
2). Isomer posisi
Isomer posisi pada senyawa keton ini tergantung pada letak atau posisi gugus karboni. Contoh: Molekul C$_5$H$_{10}$O dapat berbentuk:
3). Isomer gugus fungsi
Keton mempunyai isomer gugus fungsi dengan senyawa aldehid/alkanal. Contoh: Molekul C$_4$H$_8$O dapat berbentuk:

       Demikian pembahasan materi Kegunaan dan Keisomeran Senyawa Keton dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa karbon yaitu tatanama senyawa asam karboksilat.


Sifat-sifat dan Pembuatan Keton

         Blog KoKim - Sifat-sifat dan pembuatan senyawa keton adalah materi berikutnya yang akan kita bahas yang berkaitan dengan senyawa keton atau alkanon. Untuk sifat-sifat keton kita bagi menjadi dua yaitu sifat fisik keton dan sifat kimia keton. Kemudian seperti biasa kita bahas pembuatan senyawa keton secara tersendiri.

Sifat-sifat Senyawa Keton
$ \clubsuit \, $ Sifat fisik keton
       Keton merupakan senyawa yang bersifat polar. Senyawa ini dapat membentuk ikatan hidrogen, sehingga dengan bobot molekul rendah dapat larut dalam air. Tetapi karena keton tidak dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa yang lainnya, maka titik didihnya lebih rendah dari alkohol yang sesuai. Berikut ini tabel tititk didih beberapa senyawa keton:
Secara terbatas, keton dapat mensolvasi ion. Contoh NaI dapat larut dalam aseton.

$ \spadesuit \, $ Sifat kimia keton
Keton dapat mengalami reaksi-reaksi kimia sebagai berikut:
1). Bila keton direduksi akan menghasilkan alkohol sekunder. Reaksi ini juga disebut sebagai reaksi adisi hidrogen (H$_2$).
2). Adisi natrium bisulfit
3). Keton tidak dapat dioksidasi oleh pereaksi Fehling dan Tollens. Inilah yang membedakan keton dengan aldehida.
Berikut ini perbedaan sifat fisik dan sifat kimia dari senyawa keton dengan aldehid.

Pembuatan Senyawa Keton
Senyawa keton dapat dibuat dengan beberapa cara, yaitu:
1. Reaksi oksidasi senyawa alkohol sekunder dengan oksidator KMnO$_4$ atau K$_2$Cr$_2$O$_7$
2. Oksidasi Oppenauer, yaitu dengan cara penggodokkan alkohol sekunder dengan aluminium-t-butoksida dan aseton yang berlebihan menghasilkan dehidrogenasi alkohol (Fieser dan Fieser, 1964: 177).
3. Pirolisis dari garam logam. Jika kalsium asetat dipanaskan dengan kuat akan mengalami penguraian menjadi aseton dan kalsium karbonat.

       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat dan Pembuatan Keton dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa keton yaitu keisomeran dan kegunaan keton.


Tatanama Senyawa Keton atau Alkanon

         Blog KoKim - Kita lanjutkan dengan pembahasan materi senyawa karbon yaitu Senyawa Keton atau alkanon, yang secara spesifik membahas Tatanama Senyawa Keton atau Alkanon. Keton atau alkanon merupakan gugus fungsi yang mengandung gugus karbonil (C = O) yang diikat oleh dua gugus alkil. Perhatikan tabel beberapa contoh senyawa keton berikut ini:
Dari tabel tersebut terlihat bahwa gugus karbonil (-CO-) mengikat dua gugus alkil (R) yang sama atau tidak sama, sehingga senyawa keton mempunyai rumus umum C$_n$H$_{2n}$O dengan rumus struktur:
dimana R dan R' adalah gugus alkil.

         Senyawa keton yang banyak dijumpai adalah aseton atau propanon atau dimetil-keton. Tahukah kalian Aseton ditemukan dalam tubuh manusia dengan kemolaran sekitar 1 mg per 100 mL darah. Senyawa ini terbentuk disebabkan kurang sempurnanya oksidasi asam lemak selama metabolisme lemak. Lemak merupakan penyusun penting dari jaringan tumbuhan dan hewan. Pada orang yang menderita penyakit tertentu, seperti kencing manis (diabetes mellitus), kemolaran aseton dalam tubuh bisa lebih tinggi dari 1 mg per 100 mL darah. Aseton diekskresikan di urine, di mana keberadaannya mudah dideteksi.

         Untuk lebih memahami mngenai senyawa-senyawa keton mari kita bahas mengenai: tatanama senyawa keton, sifat fisika dan sifat kimia senyawa keton serta pembuatan senyawa keton, kegunaan senyawa keton dalam kehidupan sehari-hari dan keisomeran senyawa keton.

Tatanama Senyawa Keton atau Alkanon
Ada dua cara pemberian nama alkanon (keton), yaitu cara trivial dan sistem IUPAC.
*). Cara Trivial
       Menyebut dulu gugus alkil yang terikat pada atom C gugus karbonil kemudian diikuti kata keton. Penyebutan gugus alkil mengikuti urutan abjad.
Contoh:

*). Sistem IUPAC
a). Menentukan rantai induk, yaitu rantai atom C terpanjang yang mengandung gugus karbonil
b). Memberi nomor dari salah satu ujung sehingga atom C pada gugus karbonil mendapat nomor terkecil.
c). Urutan penamaan:
       - Nomor cabang
       - Nama cabang
       - Nomor atom C gugus karbonil
       - Nama rantai induk (alkanon)
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Keton atau Alkanon dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa keton yaitu materi sifat-sifat dan pembuatan keton.