Tampilkan posting dengan label senyawa hidrokarbon. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label senyawa hidrokarbon. Tampilkan semua posting

Jumat, 09 September 2016

Keisomeran senyawa alkana, alkena dan alkuna

         Blog KoKim - Pada artikel sebelumnya kita telah mempelajari materi tatanama senyawa yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Nah, pada pembahasan kali ini akan kita pelajari materi Keisomeran senyawa alkana, alkena dan alkuna. Sebagaimana telah kita pelajari di depan bahwa pada senyawa hidrokarbon dikenal istilah isomer. Isomer yang terjadi pada alkana adalah isomer rangka/isomer rantai. Sebagai contoh C$_5$H$_{12}$ mempunyai isomer:

         Rumus molekul C$_5$H$_{12}$ dapat membentuk tiga buah isomer yang berbeda. Peristiwa semacam ini disebut keisomeran. Makin banyak rantai C pada alkana makin banyak struktur yang terbentuk.

Pengertian Isomer
       Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekulnya sama tetapi rumus strukturnya berbeda.

       Seperti halnya pada alkana, pada alkena juga menunjukkan peristiwa keisomeran. Isomer yang terjadi pada alkena dapat berupa isomer rantai, isomer posisi, dan isomer cis-trans.
a. Isomer rantai
       Isomer rantai pada alkena terjadi karena rantai karbon berubah misalnya dari lurus menjadi bercabang tetapi posisi ikatan rangkap tetap.
Contoh:

b. Isomer posisi
       Terjadinya isomer posisi pada alkena disebabkan posisi ikatan rangkap di antara atom-atom C nya dapat pindah tempat.
Contoh:

c. Isomer geometri (cis-trans)
       Keisomeran geometri, yaitu keisomeran yang terjadi karena perbedaan orientasi gugus-gugus di sekitar C ikatan rangkap. Isomer cis-trans terjadi karena adanya perbedaan kedudukan gugus-gugus yang sejenis di sekitar ikatan C = C.

       Terjadinya isomer cis dan trans disebabkan ikatan rangkap pada C = C tidak dapat diputar sehingga molekul alkena terbagi menjadi dua bagian atau ruangan. Perbedaan posisi atom atau gugus atom yang terikat oleh ikatan rangkap menyebabkan sifat fisik misalnya titik didih berbeda, artinya kedua senyawa tersebut berbeda atau berisomeri.

Tata nama isomer ini adalah sebagai berikut.
1) Jika pada suatu isomer, gugus sejenis yang terikat pada C = C letaknya dalam ruangan yang sama, nama isomer tersebut diberi awalan cis.
2) Jika pada isomer tersebut gugus sejenis yang terikat pada C = C letaknya dalam ruangan yang berbeda atau berseberangan, nama isomer tersebut diberi awalan trans.

       Nama isomer-isomer pada keisomeran cis-trans akan sama, perbedaannya hanya awalan cis dan trans. Walaupun demikian sifat fisis kedua isomer ini berbeda, tetapi sifat kimianya pada umumnya sama. Berdasarkan uraian ini, isomer cis-trans dapat terjadi pada:
1. Senyawa yang mempunyai atom C yang berikatan rangkap dua (alkena).
2. Atom C yang berikatan rangkap masing-masing mengikat atom atau dua gugus atom yang berbeda.
Contoh:

       Pada alkuna terjadi isomer posisi dan isomer rantai. Pada isomer rantai letak ikatan rangkap tetap. Pada isomer posisi letak ikatan rangkap berubah.
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Keisomeran senyawa alkana, alkena dan alkuna dan contoh-contohnya. Semoga materi yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih


Senyawa Poliena Alkadiena dan Alkatriena

         Blog KoKim - Setelah memepelajari beberapa senyawa hidrokarbon seperti senyawa alkana, senyawa alkena, dan senyawa alkuna, kita lanjutkan lagi membahas senyawa hidrokarbon lainnya yaitu Senyawa Poliena Alkadiena dan Alkatriena. Berikut kita bahas masing-masing yaitu alkadiena dan alkatriena.

         Alkadiena merupakan senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan dua ikatan rangkap (di: dua, -ena: rangkap). Alkadiena dengan rumus umum C$_n$H$_{2n-2}$ merupakan isomer gugus fungsi dengan senyawa alkuna, sikloalkena, dan dua siklis. Sikloalkena merupakan senyawa hidrokarbon siklik dengan satu ikatan rangkap.

         Alkatriena merupakan senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan tiga ikatan rangkap (tri : tiga). Rumus umum senyawa alakatriena adalah C$_n$H$_{2n-4}$. Pemberian nama senyawa alkadiena dan senyawa alkatriena pada dasarnya sama dengan senyawa alkana dengan menggantikan akhiran -ana dengan -diena atau -triena dengan pemberian nomor rantai karbon dimulai dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap.

Sebagai contoh perhatikan struktur senyawa hidrokarbon berikut:
$ CH_2 = CH - CH = CH_2 \, \, \, \, \, \, \text{1,4-pentadiena} $
$ CH_2 = CH - CH = CH - CH = CH_2 \, \, \, \, \, \, \text{1,3,5-heksatriena} $

       Demikian pembahasan materi Senyawa Poliena Alkadiena dan Alkatriena serta contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon yaitu Keisomeran senyawa alkana, alkena dan alkuna.


Sifat-sifat dan Pembuatan Alkuna

         Blog KoKim - Pada artikel ini kita akan membahas materi Sifat-sifat dan Pembuatan Alkuna yang merupakan kelanjutan dari pembahasan senyawa alkuna. Sifat-sifat alkuna dibagi menjadi dua yaitu sifat fisis dan sifat kimia. Setelah membahas kedua sifat tersebut, kita akan lanjutkan pada pembuatan alkuna. Langsung saja materinya berikut ini.

Sifat-sifat Senyawa alkuna
1). Sifat Fisis
      Sifat fisis alkuna sama dengan sifat fisis alkana maupun alkena. Alkuna sangat sukar larut dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik seperti karbontetraklorida. Massa jenis alkuna sama seperti alkana dan alkena lebih dari air. Berdasarkan titik didihnya, tiga senyawa alkuna terpendek berwujud gas. Perhatikan tabel berikut:

2). Sifat Kimia (Reaksi Alkuna)
      Reaksi- reaksi pada alkuna mirip dengan alkena, hanya berbeda pada kebutuhan jumlah pereaksi untuk penjenuhan ikatan rangkap. Alkuna membutuhkan jumlah pereaksi dua kali kebutuhan pereaksi pada alkena untuk jumlah ikatan rangkap yang sama.
Contoh: Reaksi penjenuhan etena oleh gas hidrogen
$\begin{array}{ccc} CH_2 = CH_2 & + H_2 \rightarrow & CH_3 - CH_3 \\ \text{etena} & & \text{etana} \end{array} $

Bandingkan dengan reaksi penjenuhan etuna dengan gas hidrogen!
$\begin{array}{cc} CH \equiv CH + H_2 \rightarrow CH_2 = CH_2 & \\ CH_2 = CH_2 + H_2 \rightarrow CH_3 - CH_3 & + \\ \hline CH \equiv CH + 2H_2 \rightarrow CH_3 - CH_3 \end{array} $

Pembuatan Senyawa Alkuna
Senyawa alkuna dapat dibuat dari reaksi eliminasi dihalogen alkana

       Senyawa alkuna yang paling sering dijumpai di alam adalah gas etuna/gas asetilena/gas karbid. Gas berbau khas yang biasa digunakan oleh tukang las adalah senyawa dari alkuna yang disebut etuna atau asetilena yang sehari-hari disebut gas karbit. Gas ini dihasilkan dari reaksi antara karbit (CaC$_2$) dengan air. Persamaan reaksinya ditulis:

       Jika etuna direaksikan dengan oksigen akan menghasilkan kalor yang sangat tinggi sehingga dapat melelehkan besi pada proses pengelasan. Persamaan reaksinya:

       Gas yang dihasilkan pada reaksi batu karbid dengan air berbau tidak sedap (bau busuk) karena adanya gas fosfin (PH$_3$) yang mencampuri gas asetilena. Gas asetilena sendiri mempunyai aroma sedikit harum. Gas fosfin selain berbau busuk juga memiliki sifat racun. Adapun sifat-sifat gas etuna/asetilena adalah sebagai berikut:











       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat dan Pembuatan Alkuna dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon yaitu Senyawa Poliena Alkadiena dan Alkatriena.


Kamis, 08 September 2016

Tatanama Senyawa Alkuna

         Blog KoKim - Sebelumnya kita telah mempelajari materi tatanama senyawa alkana dan tatanama senyawa alkena. Pada artikel ini kita lanjutkan dengan pembahasan materi Tatanama Senyawa Alkuna. Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung ikatan rangkap tiga (- C = C -). Perhatikan contoh berikut:





       Bagaimana rumus umum alkuna? Masih ingatkah teman-teman dengan senyawa alkadiena? Perhatikan rumus struktur senyawa-senyawa di bawah ini!




       Bagaimana jumlah atom C dan H pada kedua senyawa di atas? Ternyata untuk alkuna dengan jumlah atom C sebanyak 3 memiliki atom H sebanyak 4. Sedangkan untuk alkena dengan jumlah atom C sebanyak 3 memiliki atom H sebanyak 6. Jadi, rumus umum alkuna adalah: $C_nH_{2n-2} \, \, $ dengan $ n $ adalah banyaknya atom C.

         Ikatan kovalen antara C dengan C pada alkana, alkena, dan alkuna ada perbedaan. Pada alkana membentuk ikatan tunggal, alkena ikatan rangkap dua, dan alkuna ikatan rangkap tiga. Oleh karena mempunyai ikatan rangkap tiga, alkuna termasuk senyawa "hidrokarbon tidak jenuh", dengan daya ikatnya terhadap molekul lain lebih tinggi daripada alkena.

Rumus molekul beberapa alkuna dan namanya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tatanama Senyawa Hidrokarbon Alkuna
Berikut ini, akan dibahas mengenai Tatanama Senyawa Hidrokarbon Alkuna.
1). Alkuna rantai lurus namanya sama dengan alkana, hanya akhiran "ana" diganti dengan "una".
Contoh:
C$_3$H$_4$ : propuna
C$_5$H$_8$ : pentuna
C$_4$H$_6$ : butuna

2). Alkuna rantai bercabang Urutan penamaan adalah:
a). Memilih rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga.
Contoh:

b). Penomoran alkuna dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga atom C yang berikatan rangkap tiga mendapat nomor terkecil.
Contoh:

c). Penamaan, dengan urutan:
*). nomor C yang mengikat cabang
*). nama cabang
*). nomor C yang berikatan rangkap tiga
*). nama rantai induk (alkuna)
Contoh:


       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Alkuna dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan alkuna yaitu sifat-sifat dan pembuatan alkuna.





Sifat-sifat dan Pembuatan Alkena

         Blog KoKim - Setelah kita mempelajari tatanama senyawa alkena, pada artikel ini kita lanjutkan pembahasan tentang alkena yaitu Sifat-sifat dan Pembuatan Alkena. Sifat-sifat alkena dibagi menjadi dua yaitu sifat fisis dan sifat kimia. Berikut langsung saja pembahasannya.

Sifat-sifat Alkena
1) Sifat Fisis
       Alkena mempunyai sifat-sifat tidak larut dalam air, massa jenis lebih kecil dari satu, dan titik didih bertambah tinggi dengan meningkatnya jumlah atom C. Titik leleh dan titik didih alkena hampir sama dengan alkana yang sesuai. Pada suhu kamar, suku-suku rendah berwujud gas, suku-suku sedang berwujud cair, dan suku-suku tinggi berwujud padat.

2) Reaksi-reaksi Alkena (Sifat Kimia)
       Alkena jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap. Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi-reaksi alkena sebagai berikut.

a). Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan)
Reaksi adisi, yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom lain. Zat-zat yang dapat mengadisi alkena adalah:
1. Gas Hidrogen (H$_2$)




2. Halogen X$_2$ (F$_2$, Cl$_2$, Br$_2$, I$_2$)




Contoh. Reaksi senyawa propena dengan Br$_2$ akan menghasilkan senyawa 1,2-dibromopropana.

3. Asam Halida HX (HCl, HBr, HF, HI)




          Jika alkena menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah memiliki atom H lebih banyak.
Contoh: reaksi antara senyawa propena dengan asam klorida (HCl)

b). Reaksi Pembakaran (oksidasi dengan oksigen)
Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO$_2$ dan H$_2$O.
$ C_2H_4 + 3O_2 \rightarrow 2CO_2 + 2H_2O $
Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H$_2$O.
$ C_2H_4 + 2O_2 \rightarrow 2CO + 2H_2O $

c). Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekulmolekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Contoh: Polimerisasi etena menjadi polietena
$nCH_2 = CH_2 \rightarrow -CH_2-CH_2- \rightarrow [-CH_2 - CH_2-]_n$

d). Reaksi oksidasi dengan pereaksi Bayer






e). Reaksi oksidasi dengan oksidator kuat menghasilkan alkil alkanoat dan asam alkanoat



Pembuatan Senyawa Alkena
Pembuatan senyawa hidrokarbon alkena, dengan cara:








       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat dan Pembuatan Alkena dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon yaitu tatanama senyawa alkuna.


Tatanama Senyawa Alkena

         Blog KoKim - Pada artikel ini kita akan mempelajari materi Tatanama Senyawa Alkena. Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya. Bagaimana rumus umum alkena?
Perhatikan senyawa-senyawa di bawah ini kemudian bandingkan!

         Pada alkana, ikatan C dengan C merupakan ikatan tunggal, sedangkan pada alkena terdapat satu ikatan rangkap dua, sehingga alkena termasuk senyawa hidrokarbon tidak jenuh, artinya alkena masih mempunyai daya ikat terhadap molekul lain akibat adanya ikatan rangkap di antara atom C-nya.

         Kesimpulan yang dapat diambil bahwa alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana. Karena rumus umum alkana C$_n$H$_{2n + 2}$, maka rumus umum alkena adalah (James E. Brady, 1990): C$_n$H$_{2n}$ .

Perhatikan rumus molekul beberapa alkena dan namanya pada Tabel berikut ini:
Tatanama senyawa hidrokarbon alkena.
       Tata nama alkena menurut IUPAC pada umumnya sama dengan cara pemberian nama pada alkana dengan catatan sebagai berikut:
a. Akhiran -ana menjadi -ena.
Contoh:
C$_2$H$_4$ namanya etena
C$_3$H$_6$ namanya Propena
C$_5$H$_{10}$ namanya Pentena

b. Letak ikatan rangkap ditunjukkan dengan nomor, ditulis sebelum nama alkena rantai utama yaitu rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Pemberian nomor dimulai dari atom karbon yang terdekat dengan ikatan rangkap.
Contoh:

c. Alkena bercabang diberi nama dimulai dengan nomor cabang, tanda (-), namanya alkil, nomor tempat ikatan rangkap, tanda (-), dan nama rantai utama.
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Alkena dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan alkena yaitu sifat-sifat dan pembuatan alkena.


Rabu, 07 September 2016

Sifat-sifat dan Pembuatan Alkana

         Blog KoKim - Setelah sebelumnya kita mempelajari bagaimana tatanama senyawa alkana, pada artikel ini kita lanjutkan dengan pembahasan materi Sifat-sifat dan Pembuatan Alkana. Dalam pembahasannya, kita bagi menjadi dua sub materi yaitu sifat-sifat senyawa alkana dan submateri pembuatan senyawa alkana.

Sifat-sifat Senyawa Alkana
Berikut beberapa sifat-sifat yang dimiliki oleh senyawa alkana yaitu :
1). Semua hidrokarbon merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak larut dalam air. Jika suatu hidrokarbon bercampur dengan air, maka lapisan hidrokarbon selalu di atas sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1. Pelarut yang baik untuk hidrokarbon adalah pelarut nonpolar, seperti CCl$_4$ atau eter.

2). Makin banyak atom C, titik didih makin tinggi. Untuk hidrokarbon yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), titik didih makin tinggi apabila rantai C makin panjang (bercabang sedikit).

3). Pada suhu dan tekanan biasa, empat alkana yang pertama (CH$_4$ sampai C$_4$H$_{10}$) berwujud gas. Pentana (C$_5$H$_{12}$) sampai heptadekana (C$_{17}$H$_{36}$) berwujud cair, sedangkan oktadekana (C$_{18}$H$_{38}$) dan seterusnya berwujud padat.

4) Jika direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F$_2$, Cl$_2$, Br$_2$, dan I$_2$), maka atom-atom H pada alkana mudah mengalami substitusi (penukaran) oleh atom-atom halogen.

5). Alkana dapat mengalami oksidasi dengan gas oksigen, dan reaksi pembakaran ini selalu menghasilkan energi. Itulah sebabnya alkana digunakan sebagai bahan bakar. Secara rata-rata, oksidasi 1 gram alkana menghasilkan energi sebesar 50.000 joule.

Pembuatan Senyawa Alkana
Berikut ini adalah pembuatan senyawa alkana.
a. Sintesa Wurtz
Rantai alkana yang terbentuk lebih panjang.

b. Sintesa Grignard
rantai alkana yang terbentuk tetap.

c. Adisi H$_2$ pada alkena atau alkuna
rantai alkana yang terbentuk tetap.

d. Sintesa Dumas
Sintesa Dumas ini diperoleh dengan mereaksikan Na-alkanoat dengan basa kuat, sesuai reaksi berikut ini:
Rantai alkana yang terbentuk lebih pendek (berkurang satu C).

       Demikian pembahasan materi Sifat-sifat dan Pembuatan Alkana. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon yaitu Tatanama Senyawa Hidrokarbon Alkena.


Tatanama Senyawa Alkana

         Blog KoKim - Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Bila senyawa alkana diurutkan berdasarkan jumlah atom C nya, ternyata ada perbedaan jumlah atom C dan H secara teratur yaitu CH$_2$. Deret senyawa ini merupakan deret homolog yaitu suatu deret senyawa sejenis yang perbedaan jumlah atom suatu senyawa dengan senyawa berikutnya sama. Senyawa alkana mempunyai rumus (James E. Brady): C$_n$H$_{2n+2}$.

         Nama-nama sepuluh alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 10 terdapat pada tabel berikut ini. Hal ini merupakan dasar nama-nama seluruh senyawa organik.

Untuk lebih lengkapnya akan disajikan pula nama-nama alkana jika jumlah atom C lebih dari 10.

         Pada penulisan rumus senyawa karbon dikenal rumus molekul dan rumus struktur. Contoh penulisan rumus molekul dan rumus struktur alkana dapat dilihat pada Tabel berikut:

         Berdasarkan strukturnya alkana merupakan suatu hidrokarbon yang mempunyai ikatan tunggal antara C dan C nya. Oleh karena semua C sudah mengikat 4 atom lain, maka alkana disebut hidrokarbon jenuh atau parafin. Parafin artinya mempunyai daya gabung yang kecil atau sukar bereaksi dengan zat lain.

         Dalam senyawa alkana juga dikenal adanya gugus alkil. Gugus alkil adalah alkana yang telah kehilangan satu atom H. Gugus alkil ini dapat dituliskan dengan menggunakan rumus:C$_n$H$_{2n+1}$. Dengan menggantikan satu atom H, maka namanya juga akan berubah dari metana menjadi metil. Berikut ini beberapa gugus alkil yang biasa digunakan.


Tatanama Senyawa hidrokarbon alkana
         Dalam pemberian nama alkana ini akan sangat sulit jika hanya menggunakan tata nama alkana biasa (metana s.d. dekana, untuk C$_1 \, - \, $ C$_{10}$). Hal ini disebabkan adanya isomer-isomer dalam alkana, sehingga perlu adanya nama-nama khusus. Misalnya, awalan normal digunakan untuk rantai lurus, sedangkan awalan iso untuk isomer yang mempunyai satu cabang CH$_3$ yang terikat pada atom karbon nomor dua. Padahal sangat sulit bagi kita untuk memberikan nama pada rantai karbon yang mempunyai banyak sekali isomer. Oleh karena itu, perhimpunan kimiawan internasional pada pertemuan di Jenewa pada tahun 1892 telah merumuskan aturan penamaan senyawa kimia. Tata nama yang mereka rumuskan itu terkenal dengan tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan ini disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa atau nama trivial.

Aturan IUPAC untuk penamaan alkana bercabang sebagai berikut:
1). Nama alkana bercabang terdiri dari dua bagian, yaitu:
a) Bagian pertama, di bagian depan, yaitu nama cabang (cabangcabang).
b) Bagian kedua, di bagian belakang, yaitu nama rantai induk.
(John Mc. Murry Fay, 4th ed.)

Contoh: pada senyawa alkana 2-metil butana.

2). Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana, tergantung pada panjang rantai.
Contoh:

3). Cabang diberi nama alkil, yaitu nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi il. Gugus alkil mempunyai rumus umum C$_n$H$_{2n + 1}$ dan dinyatakan dengan lambang R (lihat tentang alkil).

4). Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikian hingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
Contoh:

5). Jika terdapat dua atau lebih cabang yang sama, hal ini dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya pada nama cabang.

6). Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad dari nama cabang itu.
Misalnya:
*). Etil ditulis terlebih dahulu daripada metil.
*). Isopropil ditulis terlebih dahulu daripada metil.

Berdasarkan aturan tersebut, penamaan alkana dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1). Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
2). Memberi penomoran dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3). Menuliskan nama dimulai dengan nama cabang yang disusun menurut abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,), sedangkan antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (-).

Berikut ini contoh pemberian nama pada senyawa alkana:

       Demikian pembahasan materi Tatanama Senyawa Alkana dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa alkana yaitu sifat-sifat dan pembuatan alkan.


Penggolongan Senyawa Hidrokarbon

         Blog KoKim - Pembahasan pertama yang akan kita pelajari dalam senyawa hidrokarbon yaitu penggolongan senyawa hidrokarbon. Penggolongan senyawa hidrokarbon didasarkan pada dua hal, yaitu bentuk rantai karbon dan jenis ikatan.

1). Berdasarkan Bentuk Rantai Karbon
a. Rantai karbon alifatis, yaitu rantai karbon terbuka. Rantai karbon alifatis ini bisa lurus dan bisa juga bercabang.Contoh:
b. Rantai karbon siklis, yaitu rantai karbon tertutup. Dibedakan atas karbosiklik dan heterosiklik.
1). Karbosiklik adalah senyawa karbon siklik yang rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik adalah senyawa aromatis dan alisiklik.
a). Senyawa aromatis adalah senyawa karbosiklik yang terdiri atas 6 atom karbon atau lebih yang memiliki ikatan rangkap 2 terkonjugasi (selengkapnya akan Anda pelajari di kelas XII yaitu materi benzena). Contoh:
b). Senyawa alisiklik adalah senyawa karbosiklik yang hanya mempunyai ikatan tunggal. Contoh:
2). Heterosiklik adalah senyawa karbosiklik yang di dalam rantai lingkarnya terdapat atom lain selain atom karbon. Contoh:

2). Berdasarkan Jenis Ikatan
a. Ikatan jenuh, jika semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal (- C - C -).
Contoh:
b. Ikatan tak jenuh, jika mengandung ikatan rangkap 2 (- C = C -) maupun rangkap 3 (- C = C -) pada ikatan karbon-karbon. Dikatakan tak jenuh karena ikatan rangkap, baik rangkap 2 maupun rangkap 3 ini masih dapat mengalami pemutusan ikatan.
Contoh:

       Demikian pembahasan materi Penggolongan Senyawa Hidrokarbon dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon yaitu Tatanama senyawa alkana.