Tampilkan posting dengan label kimia unsur. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kimia unsur. Tampilkan semua posting

Selasa, 18 Oktober 2016

Unsur-unsur Golongan Transisi Periode Empat

         Blog KoKim - Tahukah teman-teman, terbuat dari apakah kabel jaringan listrik itu? Kabel jaringan listrik terbuat dari tembaga. Tembaga tergolong unsur transisi. Mengapa dipilih tembaga untuk kabel jaringan listrik? Apakah unsur transisi itu? Apakah sifat-sifat unsur transisi dan apa saja manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pada artikel ini kita akan membahas materi Unsur-unsur Golongan Transisi Periode Empat.

         Kita tentu sudah tahu besi, nikel, zink (seng) ataupun tembaga. Unsur-unsur tersebut merupakan logam yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Logam tersebut banyak sekali manfaatnya, antara lain dalam bangunan, dan peralatan rumah tangga. Unsur-unsur tersebut tergolong unsur transisi atau logam transisi. Apa saja unsur yang tergolong unsur transisi? Bagaimana sifat-sifatnya dan kelimpahannya? Marilah kita pelajari lebih lanjut agar lebih jelas.

         Unsur transisi dalam sistem periodik berada di antara unsur alkali tanah dan unsur golongan boron. Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur blok d di dalam sistem periodik. Perhatikan unsur-unsur transisi dalam tabel berikut:

         Unsur-unsur tersebut termasuk periode empat sampai dengan periode tujuh. Namun, pada tabel di atas unsur transisi dalam (periode 7) tidak diperlihatkan karena unsur-unsur tersebut sangat jarang ditemukan dan tidak stabil. Sehingga yang akan kita bahas pada artikel kali ini mengenai unsur-unsur periode empat.

         Unsur-unsur transisi periode empat beranggotakan Sc, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn. Atau untuk memudahkan dalam menghafal dapat disingkat menjadi "SCTV Cari Mantan Femain Cowok yang Nikah Cuma Zensasi", dengan penjelasan berikut ini

       Adapun submateri yang akan kita pelajari lebih mendetail dari unsur-unsur periode empat yaitu :
*). Sifat Fisika dan Kimia Unsur Periode Empat
*). Kelimpahan dan Kegunaan Unsur Periode Empat
*). Pembuatan dan Dampak Negatif Unsur Periode Empat.

       Demikian pembahasan materi Unsur-unsur Golongan Transisi Periode Empat. Silahkan teman-teman mengikuti link masing-masing submateri di atas untuk mempelajari unsur-unsur golongan transisi periode empat lebih lengkap.


Senin, 17 Oktober 2016

Unsur-unsur Periode Tiga

         Blog KoKim - Unsur-unsur yang ada di dalam periode ketiga terdiri dari unsur logam (Na, Mg, Al), metaloid (Si), nonlogam (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar). Untuk lebih memudahkan untuk menghafal unsur-unsur yang termasuk di dalam periode tiga ini, biasanya akan dibuat sebuah singkatan yang mudah diingat di kepala. Seperti: "Nana memanggil Ali Si Pesek Culun dari Arab". Yang artinya:
*). Nana untuk Na (Natrium)
*). Memanggil untuk Mg (Magnesium)
*). Ali untuk Al (Alumunium)
*). Si untuk S (Sulfur/Belerang)
*). Pesek untuk P (Phospor)
*). Culun untuk Cl (Chlor)
*). Arab untuk Ar (Argon)

         Bagaimana? Terasa lebih mudah kan? Hanya dengan menghafal satu kalimat saja ita bisa menyebutkan unsur-unsur yang tergolong dalam periode ketiga. Lalu bagaimana dengan sifat-sifat dari unsur periode tiga ini, pembuatan dan kegunaannya? Kita akan membahasnya pada artikel ini satu per satu. Simaklah dengan seksama. Untuk mempermudah perhatikan tabel sifat fisika dan sifat kimia dari unsur-unsur periode tiga berikut ini:

1. Sifat Fisika Unsur Periode Tiga 
       Dari tabel di atas, eelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin besar diakibatkan oleh jari-jari atomnya yang semakin ke kanan semakin kecil. Kekuatan ikatan antaratom dalam logam meningkat (dari Na ke Al). Hal ini berkaitan dengan pertambahan elektron valensinya. Silikon merupakan semikonduktor/isolator karena termasuk metaloid. Unsur ini mempunyai ikatan kovalen yang sangat besar, begitu juga dengan fosfor, belerang, dan klorin yang merupakan isolator karena termasuk unsur nonlogam (Sumber: www.chem-is-try.org).

2. Sifat Kimia Unsur Periode Tiga 
       Dari tabel dapat dilihat bahwa natrium merupakan reduktor terkuat, sedangkan klorin merupakan oksidator terkuat. Meskipun natrium, magnesium, dan aluminium merupakan reduktor kuat, tetapi kereaktifannya berkurang dari Na ke Al. Sedangkan silikon merupakan reduktor yang sangat lemah, jadi hanya dapat bereaksi dengan oksidator-oksidator kuat, misalnya klorin dan oksigen.

       Di lain pihak selain sebagai reduktor, fosfor juga merupakan oksidator lemah yang dapat mengoksidasi reduktor kuat, seperti logam aktif. Sedangkan belerang yang mempunyai daya reduksi lebih lemah daripada fosfor ternyata mempunyai daya pengoksidasi lebih kuat daripada fosfor. Sementara klorin dapat mengoksidasi hampir semua logam dan nonlogam karena klorin adalah oksidator kuat.

       Dari tabel dapat dilihat hidroksida unsur-unsur periode ketiga, yaitu NaOH, Mg(OH)$_2$, Al(OH)$_3$, H$_2$SiO$_3$, H$_3$PO$_4$, H$_2$SO$_4$, dan HClO$_4$. Sifat hidroksida unsur-unsur periode ketiga tergantung pada energi ionisasinya. Hal ini dapat dilihat dari jenis ikatannya. Jika ikatan M - OH bersifat ionik dan hidroksidanya bersifat basa karena akan melepas ion OH- dalam air, maka energi ionisasinya rendah. Tetapi jika ikatan M - OH bersifat kovalen dan tidak lagi dapat melepas ion OH-, maka energi ionisasinya besar.

       Dari tabel juga dapat dilihat bahwa NaOH tergolong basa kuat dan mudah larut dalam air, Mg(OH)$_2$ lebih lemah daripada NaOH tetapi masih termasuk basa kuat. Namun Al(OH)$_3$ bersifat amfoter, artinya dapat bersifat asam sekaligus basa. Hal ini berarti bila Al(OH)$_3$ berada pada lingkungan basa kuat, maka akan bersifat sebagai asam, sebaliknya jika berada pada lingkungan asam kuat, maka akan bersifat sebagai basa. Sedangkan H$_2$SiO$_3$ atau Si(OH)$_4$, merupakan asam lemah dan tidak stabil, mudah terurai menjadi SiO$_2$ dan H$_2$O. Begitu pula dengan H$_3$PO$_4$ atau P(OH)$_5$ yang juga merupakan asam lemah. Sementara H$_2$SO$_4$ atau S(OH)$_6$ merupakan asam kuat, begitu juga HClO$_4$ atau Cl(OH)$_7$ yang merupakan asam sangat kuat (Sumber: www.chem-is-try.org ).

3. Pembuatan Unsur dan Senyawa pada Unsur Periode Tiga
1. Magnesium.
       Magnesium dibuat dengan beberapa cara. Pertama-tama dolomit dikalsinasim menjadi campuran CaO/MgO, kemudian kalsium dihilangkan dengan penukar ion menggunakan air laut.
$Ca(OH)_2.Mg(OH)_2(s) + Mg^{2+}(aq) \rightarrow 2Mg(OH)_2 (s) + Ca^{2+}(aq) $
Cara yang lain adalah dengan elektrolisis leburan garam halidanya, reduksi MgO atau dolomit yang dikalsinasi, dan yang terakhir dipanaskan dengan ferosilikon, dengan reaksi:
$ CaO.MgO + FeSi \rightleftharpoons Mg + \text{ silikat Ca dan Fe} $
kemudian Mg didestilasi. MgO dapat dipanaskan dengan batu bara pada suhu 2000 $^\circ$C.

2. Aluminium.
       Aluminium didapat dengan pengolahan sumber aluminium yaitu bijih bauksit, Al$_2$O$_3$.$n$H$_2$O, melalui dua tahap. Tahap pertama adalah pemisahan Al$_2$O$_3$ dari bauksit dan tahap kedua adalah reduksi alumina. Proses pemisahan ini didasarkan pada sifat amfoter dari oksida aluminium, dan dilakukan dengan melarutkan bijih bauksit ke dalam larutan NaOH hingga Al$_2$O$_3$ larut.
$ Al_2O_3(s) + 2OH^- (aq) + 3H_2O (l) \rightarrow 2Al(OH)_4^- (aq) $
Untuk menghilangkan pengotor yang masih ada dalam larutan Al(OH)$_4^-$ maka dilakukan pengendapan dengan mengalirkan gas CO$_2$.
$2Al(OH)_4^-(aq) + CO_2(g) \rightarrow 2Al(OH)_3(s) + CO_3^{2-}(aq) + H_2O(l) $
Proses selanjutnya adalah penyaringan endapan Al(OH)$_3$, kemudian endapan yang dihasilkan dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh alumina murni.
$ 2Al(OH)_3 (s) \rightarrow Al_2O_3(s) + 3H_2O(g) $

       Tahap kedua adalah reduksi Al$_2$O$_3$ untuk memperoleh logam aluminium melalui proses elektrolisis. Proses ini pertama kali dilakukan oleh Charles Martin Hall, peneliti muda dari Amerika Serikat, dan secara terpisah juga dilakukan oleh Paul Heroult di Perancis, sehingga proses ini dikenal dengan proses Hall-Heroult. Al$_2$O$_3$ mempunyai titik leleh yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 2000 $^\circ$C sehingga reduksi lelehan Al$_2$O$_3$ murni sangatlah tidak ekonomis. Oleh karena itu, Hall menambahkan kryolit (Na$_3$AlF$_6$) pada Al$_2$O$_3$ untuk menurunkan titik leleh dari 2000 $^\circ$C menjadi 1000 $^\circ$C. Sebagai katoda dalam proses elektrolisis ini adalah grafit yang dilapiskan pada bejana tempat Al$_2$O$_3$ dilelehkan dan sebagai anoda adalah batang grafit yang dicelupkan ke dalam campuran. Pada katoda akan terbentuk aluminium dan pada anoda terbentuk gas oksigen serta karbondioksida.
Perhatikan gambar sel Hall-Heroult berikut ini:

3. Silikon.
Silikon didapat dari silika yang direduksi dengan kokas pada tanur listrik bersuhu 3000 $^\circ$C dengan reaksi:
$ SiO_2(l) + C(s) \rightarrow Si(l) + 2CO(g) $

4. Fosfor.
Fosfor dalam sumber utama batuan fosfat dipisahkan untuk mendapatkan senyawa Ca$_3$(PO$_4)_2$ dengan reaksi:
$2Ca_3(PO_4)_2(s) + SiO_2(s) + 10C(s) \rightarrow 6CaSiO_3(s) + 10CO(g) + P_4(g) $

5. Belerang.
       Belerang terdapat di alam secara luas sebagai unsur, sebagai H$_2$S, dan sebagai SO$_2$. Belerang murni terdapat di dalam tanah, sedangkan bentuk persenyawaannya, belerang terdapat pada kawah gunung berapi. Dalam persenyawaan merupakan hasil reaksi antara belerang yang dihasilkan perut bumi dengan logam-logam. Deposit belerang yang ada di gunung berapi ditambang menurut cara Frasch. Cara ini ditemukan oleh insinyur asal Amerika yang bernama Herman Frasch. Deposit belerang yang berada di bawah gunung berapi dicairkan dengan mengalirkan air superheated, yaitu air yang panasnya melewati titik didih. Selanjutnya, belerang yang telah mencair dipompa keluar dan dibiarkan membeku. Selain cara Frasch, belerang dapat diperoleh dengan mereaksikan gas SO$_2$ dengan H$_2$S yang terdapat dalam gas vulkanik dengan reaksi:
$ 8SO_2(g) + 16H_2S(g) \rightarrow 16H_2O(l) + 3S_8(s) $

       Dalam skala besar, belerang dapat diperoleh dari desulfurisasi hidrokarbon, seperti minyak bumi. Selain mengurangi pencemaran akibat pembakaran belerang dalam bahan bakar minyak, belerang yang didapat bisa digunakan untuk membuat senyawa lain, misalnya asam sulfat.

5. Asam Sulfat.
       Asam sulfat paling banyak diproduksi karena memiliki penggunaan yang luas, antara lain dipergunakan untuk membuat H$_3$PO$_4$ dari kalsium fosfat, (NH$_4)_2$SO$_4$ dari amonia, dan C$_2$H$_5$OC$_2$H$_5$ dari etanol. Asam sulfat dapat dibuat melalui dua cara, yaitu proses kamar timbal dan proses kontak. Bagaimanakah prosesnya? Simaklah penjelasan berikut.

a. Proses Kamar Timbal
       Pada proses ini digunakan campuran gas NO dan NO$_2$ untuk mengkatalisis SO$_2$. Campuran gas SO$_2$ dan udara dialirkan ke suatu bejana berlapis timbal, dan reaksi yang terjadi adalah:
$ SO_2(g) + NO_2(g) \rightarrow SO_3(g) + NO(g) $
$2NO(g) + O_2(g) \rightarrow 2NO_2(g) $

NO$_2$ yang dihasilkan kembali mengoksidasi SO$_2$. Gas NO yang terbentuk dioksidasi menjadi NO$_2$, lalu NO$_2$ akan mengoksidasi SO$_2$ lagi, dan begitu seterusnya. SO$_3$ yang dihasilkan lalu ditampung dalam reaktor asam sulfat dan direaksikan dengan air. Reaksi pembuatan asam sulfat secara keseluruhan adalah:
$SO_2(g) + \frac{1}{2}O_2(g) + H_2O(l) \rightarrow H_2SO_4 (l) $
$ E^\circ \, = -54.500 \, $ kal.

Pembuatan asam sulfat dengan proses ini hanya menghasilkan asam sulfat dengan kadar rendah, padahal dalam industri dibutuhkan asam sulfat yang sangat pekat (98%). Oleh karena itu, muncullah cara baru yang disebut proses kontak.

b. Proses Kontak
       Pada proses ini, pertama-tama belerang dibakar hingga menjadi SO$_2$, kemudian SO$_2$ dioksidasi lebih lanjut menjadi SO$_3$. Oksidasi ini dilakukan pada suhu sekitar 400 $^\circ$C, tekanan 1 atm, dan dengan adanya katalis V$_2$O$_5$. Gas SO$_3$ yang terbentuk dilarutkan dalam larutan asam sulfat, sehingga dihasilkan asam sulfat pekat berasap atau oleum. Selanjutnya untuk memperoleh asam sulfat 98%, ke dalam oleum ditambahkan air. Secara keseluruhan, reaksi yang terjadi selama proses kontak adalah sebagai berikut:

       Demikian pembahasan materi Unsur-unsur Periode Tiga. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Unsur-unsur Periode Empat.


Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk

         Blog KoKim - Telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu kegunaan nitrogen adalah untuk pembuatan pupuk. Pada artikel ini kita akan membahas materi Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk. Tahukah teman-teman bahwa pembuatan pupuk erat kaitannya dengan unsur-unsur, karena di dalam pupuk terkandung unsur-unsur yang diperlukan oleh tanaman. Unsur-unsur tersebut diperlukan oleh tanaman untuk memperoleh kondisi tanah yang sesuai. Unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar disebut unsur makro, sedangkan unsure yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil disebut unsur mikro. Unsur makro yang diperlukan tanaman meliputi: C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan S. agar dapat tumbuh dengan optimal, ke semua unsur tersebut harus terpenuhi. Dari ke semua unsur tersebut, terdapat tiga unsur penting yang banyak digunakan oleh tumbuhan, yaitu unsur N, P, dan K. Kegunaan ketiga unsur tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

1. Pupuk alami dan buatan
       Pupuk dapat dikategorikan sebagai pupuk alami dan pupuk buatan. Penggunaan pupuk alami yang terbuat dari pelapukan kotoran hewan dan pelapukan tanaman dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan mengembalikan struktur komposisi tanah. Kandungan zat organik pada pupuk alami akan diuraikan oleh mikroorganisme menjadi unsur anorganik yang diperlukan tanah. Oleh karena itu, sering kita namai pupuk alami sebagai pupuk organik. Sedang pupuk buatan diproduksi untuk melengkapi unsur hara yang diperlukan tanah. Pupuk buatan diproduksi dengan komposisi tertentu yang bisa mengandung satu atau beberapa unsur hara.

       Mengingat negara kita masih tergolong negara agraris, permintaan pupuk pada pertanian cukup besar. Pasokan pupuk menjadi prioritas utama bagi para petani. Dapat dipahami, karena pengolahan tanah secara terus menerus akan menguranngi unsur hara yang terdapat pada tanah.

2. Komposisi unsur dalam pupuk
       Komposisi pupuk berlainan untuk setiap produk pupuk. Pupuk tunggal mengandung satu jenis unsur hara, sedangkan pupuk majemuk mengandung dua atau lebih unsur hara. Pupuk tunggal seperti nitrogen dikenal dengan pupuk urea dan pupuk ammonium sulfat (ZA=zwavelzuur ammonia [(NH$_4)_2$SO$_4$]). Sifat dan kandungan pupuk nitrogen dapat dilihat pada tabel berikut:

       Pupuk fosfor diproduksi dengan beragam jenis, antara lain pupuk engkel super fosfat (ESP), dibel super fosfat (DSP), dan triple super fosfat (TSP). Adapun pupuk kalium dengan kandungan unsur K dikenal dengan nama ZK (zwavelzuur kalium) dan KCl. Kandungan dan sifat pupuk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Bagaimanakah cara menentukan komposisi dalam pupuk perhatikan contoh berikut ini:

Contoh soal 1:
Seorang petani menggunakan urea untuk memupuk sawahnya. Apabila petani itu menggunakan 10 kg urea, berapa kg nitrogen yang digunakan oleh petani tersebut untuk memupuk sawahnya? (Ar C=12, O=16, N=14, H=1)
Penyelesaian:
Diketahui:
massa urea CO(NH$_2)_2 $ = 10kg
Mr urea CO(NH$_2)_2 $ = 60
Ditanyakan: kandungan N ?
Jawab:
Jadi,unsur nitrogen yang digunakan oleh petani dalam pupuk tersebut adalah 4,67kg.

Contoh soal 2:
Tentukan kadar unsur (%) N atau P dalam masing-masing senyawa berikut ini: (Ar N=14, H=1, O=16, Ca=40, P=31)
a. NH$_4$NO$_3$
b. Ca$_3$(PO$_4)_2$
Penyelesaian:
Diketahui:
Mr NH$_4$NO$_3$ = 80 dan Mr Ca$_3$(PO$_4)_2 $ = 310
Ditanyakan: Kandungan N,P ?
Jawab:
Jadi, kandungan N dalam NH$_4$NO$_3$ sebesar 35%, dan kandungan P dalam Ca$_3$(PO$_4)_2$ sebesar 20%.

       Demikian pembahasan materi Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Unsur-unsur Periode Tiga.


Jumat, 07 Oktober 2016

Unsur-unsur Golongan Utama

         Blog KoKim - Tahukah teman-teman, bahan yang digunakan untuk membuat pupuk buatan? Pupuk buatan dapat dibuat dari amonium nitrat, yang merupakan senyawaan dari unsur nitrogen. Unsur nitrogen tergolong unsur utama. Unsur-unsur apa saja yang termasuk unsur utama? Bagaimana sifat dan kelimpahan unsur-unsur utama? Dan apakah manfaat dari unsur-unsur utama itu dalam kehidupan sehari-hari?
Sumber: Tempo, Edisi 14 - 20 Mei 2007

         Jumlah unsur banyak sekali, baik yang alamiah maupun yang buatan. Unsur-unsur tersebut disusun dalam tabel periodik. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan dalam kolom-kolom yang disebut dengan golongan dan dalam baris yang disebut periode. Secara garis besar unsur-unsur tersebut dibedakan atas unsur-unsur utama dan unsur-unsur transisi. Pada artikel ini kita akan mempelajari unsur-unsur golongan utama.

         Unsur-unsur utama ini meliputi golongan A (yaitu golongan IA sampai golongan VIIIA). Golongan IA disebut golongan alkali, IIA disebut golongan alkali tanah, golongan VIIA disebut golongan gas halogen, dan VIIIA disebut golongan gas mulia. Adapun hal-hal yang akan dibahas secara lebih rinci pada unsur golongan utama ini meliputi:
Sifat fisika
Sifat kimia
Kelimpahan Unsur-Unsur Utama di Alam
Pembuatan Unsur dan Senyawa
Kegunaan Unsur dan Senyawa
Dampak Negatif Unsur-Unsur Utama

Hal-hal yang akan kita bahas terkait unsur-unsur golongan utama yaitu :
*). unsur golongan alkali atau golongan IA
*). unsur golongan alkali tanah atau golongan IIA
*). unsur golongan IIIA
*). unsur golongan IVA
*). unsur golongan VA
*). unsur golongan VIA
*). unsur golongan halogen atau golongan VIIA
*). unsur golongan gas mulia atau golongan VIIIA
*). Dampak Negatif Unsur-unsur golongan utama.

       Demikian pembahasan materi Unsur-unsur Golongan Utama. Silahkan teman-teman ikuti link d atas untuk mempelajari unsur-unsur golongan utama secara lebih terperinci. Semoga materi ini bermanfaat.


Identifikasi Keberadaan Unsur di Alam

         Blog KoKim - Unsur-unsur di alam umumnya ditemui dalam bentuk campuran, sehingga untuk memperoleh unsur dalam keadaan murni perlu dilakukan pemisahan. Namun sebelum proses pemisahan dilakukan, diperlukan suatu kegiatan untuk mengidentifikasi apakah unsur yang diinginkan terdapat dalam campuran tersebut atau tidak. Kegiatan identifikasi inilah yang disebut dengan analisis kualitatif. Pada artikel ini kita akan membahas materi Identifikasi Keberadaan Unsur di Alam.

         Analisis kualitatif merupakan analisis pendahuluan sebelum menentukan jumlah zat atau komponen-konponen bahan yang ada dalam suatu zat. Analisis kualitatif dilakukan dengan memerhatikan sifat-sifat unsur yang diamati. Misalkan kita menemui unsur berupa cairan, maka analisis kualitatif dapat dilakukan dengan pengamatan sifat fisis berupa warna, bau, atau sifatnya yang berupa cairan. Namun, sifat tersebut kemungkinan akan dimiliki juga oleh unsur lain yang sama wujudnya.

         Maka pengamatan lanjutan dapat dilakukan misalnya dengan menentukan berat jenis, titik didih, dan titik leleh. Selain sifat fisis, pengamatan dapat dilakukan pada sifat kimianya, seperti perubahan warna, perubahan suhu, timbulnya endapan, dan timbulnya gas. Metode analisis kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur di alam beraneka ragam. Namun, kita tidak akan membahas semuanya di sini. Metode analisis kualitatif yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah reaksi nyala dan reaksi pengendapan.

a. Reaksi Nyala
       Reaksi nyala dapat diterapkan untuk unsur-unsur berupa padatan. Reaksi ini memberikan warna nyala yang spesifik untuk unsur tertentu. Unsur yang akan diidentifikasi harus memiliki kemudahan untuk berubah dari bentuk padatan ke bentuk uap, sehingga unsur harus dalam bentuk garmnya, terutama garam klorida, karena sifatnya yang mudah menguap. Uap dari unsur tersebutlah yang akan memberikan warna nyala yang spesifik. Warna reaksi nyala beberapa logam alkali dan alkali tanah dapat dilihat pada tabel berikut ini:

b. Reaksi Pengendapan
       Tidak semua unsur yang akan diidentifikasi berada dalam jumlah yang melimpah. Terkadang kita menjumpainya dalam jumlah yang sedikit dan bercampur dengan unsur lain. Nah, untuk kasus demikian, perlu diterapkan teknik pemisahan dengan penambahan suatu pereaksi untuk mengendapkan kelompok unsur tertentu dan membiarkan kelompok unsur lain tetap dalam larutan. Pemisahan dengan teknik ini dapat dilakukan secara berulang, sehingga setiap kelompok dapat dipisahkan kembali menjadi bagian lebih kecil. Pereaksi yang digunakan untuk identifikasi ini harus bersifat selektif untuk unsure tertentu sehingga dapat mengendapkan unsur yang kita duga berada dalam suatu zat atau bahan analisis.

       Teknik analisis dengan reaksi pengendapan akan menghasilkan zat baru yang berbeda dengan zat semula. Karena merupakan reaksi pengendapan, maka zat baru yang dihasilkan berupa endapan. Bagaimana proses terjadinya endapan? Untuk memahaminya, berikut diberikan contoh reaksi pengendapan beberapa ion.

1. Kation Al$^{3+}$ direaksikan dengan KOH akan menimbulkan endapan putih dari alumunium hidroksida Al(OH)$_3$. Al(OH)$_3$ larut dalam larutan KOH berdasarkan sifat amfoter dari Al(OH)$_3$ dengan reaksi sebagai berikut:

2. Kation Ag$^+$ direaksikan dengan HCl memberikan endapan putih dalam larutan air. Endapan ini larut dalam ammonia. Reaksinya adalah:

3. Anion NO$_3^-$ direaksikan dengan H$_2$SO$_4$ pekat dan FeSO$_4$ pekat akan menghasilkan suatu cincin coklat dengan reaksi:

       Demikian pembahasan materi Identifikasi Keberadaan Unsur di Alam dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur-unsur golongan utama IA-VIIIA.


Rabu, 05 Oktober 2016

Kelimpahan Unsur-unsur di Alam

         Blog KoKim - Pemilihan suatu bahan baik untuk bangunan maupun keperluan lainnya bergantung pada sifat-sifat istimewa bahan tersebut. Berdasarkan sifat-sifat istimewanya pula, maka besi baja digunakan sebagai konstruksi atau kerangka dalam pembangunan jembatan. Selain tidak mudah terkorosi, besi baja bersifat kuat dan tahan lama, mudah didapat, serta kelimpahannya cukup memadai. Pada artikel ini kita akan membahas materi Kelimpahan Unsur-unsur di Alam.

         Setiap unsur di alam mempunyai kelimpahan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan sifat masing-masing unsur. Setiap unsur memiliki sifat fisis dan sifat kimia yang khas dan spesifik yang membedakan unsur satu dengan lainnya. Kegiatan identifikasi, eksplorasi dan pemurnian materi unsur dapat kalian pelajari dalam ilmu kimia terkait dengan sifat unsur dan reaksi yang mungkin terjadi, sehingga kalian dapat memperoleh unsur tertentu yang bisa diolah lebih lanjut untuk mendapatkan produkproduk sesuai kebutuhan.

         Dari 118 unsur yang diketahui, sekitar 90 unsur berada di alam dan sisanya merupakan unsur sintesis (unsur buatan). Sebagian dari unsur tersebut terdapat sebagai unsur bebas, tetapi lebih banyak yang berupa senyawa, sedangkan unsur-unsur gas mulia terdapat sebagai unsur bebas (Petrucci dan Suminar Ahmad, 1987: 96). Sebagian besar logam diperoleh dari deposit tanah, bahan-bahan alam yang mengandung unsur atau senyawa tertentu disebut mineral. Mineral yang mengandung unsur atau senyawa tertentu dengan konsentrasi cukup tinggi dan diolah agar bernilai ekonomis disebut bijih (Brady, 1990: 653).

         Unsur-unsur yang paling melimpah di kulit bumi adalah oksigen, silikon, dan aluminium. Perhatikan tabel mengenai presentase kelimpahan unsur di kulit bumi berikut ini:

         Sumber komersial dari oksigen dan nitrogen adalah udara. Kelimpahan unsur nitrogen dalam udara 78,09% dan oksigen 20,94%. Sedangkan unsur lainnya kurang dari 1%. Beberapa unsur diperoleh dari air laut. Misalnya, natrium, klorin, magnesium, dan bromin. Konsentrasi unsur terbesar dalam air laut adalah klorida sebesar 18,980 g/kg air laut, kemudian diikuti unsur natrium sebesar 10,556 g/ kg air laut (Sumber: Petrucci dan Suminar Ahmad, 1987: 98).

         Beberapa unsur logam dan nonlogam, dalam bentuk unsur maupun senyawanya, banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan beberapa unsur logam dan nonlogam meningkat dengan berkembang pesatnya industri, baik sebagai alat, bahan dasar, maupun sumber energi. Unsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai bijih logam dalam batuan. Alam Indonesia sangat kaya akan sumber mineral bijih logam, karena itu perlu penguasaan teknologi untuk mengolahnya menjadi logam yang dibutuhkan.

         Pada umumnya unsur-unsur logam terkandung dalam batuan sebagai senyawa yang disebut mineral bijih logam. Berbagai bijih logam tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa di antaranya tercantum dalam tabel berikut ini:

       Demikian pembahasan materi Kelimpahan Unsur-unsur di Alam dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan kimia unsur yaitu identifikasi keberadaan unsur di alam.


Kimia Unsur

         Blog KoKim - Sampai saat ini, lebih dari seratus macam unsur sudah dikenal dan diidentifikasi sifat-sifat dan manfaatnya, baik dalam bentuk unsur bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Sifat-sifat unsur yang mirip digolongkan ke dalam satu golongan dalam sistem periodik. Pengetahuan akan sifat-sifat unsur dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya. Artikel yang akan kita bahas adalah kimia unsur.

         Jumlah unsur yang dikenal manusia sampai saat ini telah berjumlah 118 unsur dan setiap unsur tersebut mempunyai sifat-sifat yang berbeda antara unsur satu dengan unsur yang lain. Dapatkah Anda bayangkan berapa banyak senyawa yang dapat terbentuk dari 118 unsur tersebut, baik secara alami maupun secara sintetis? Mengapa kelimpahan oksigen menduduki peringkat pertama di kulit bumi? Tahukah teman-teman bahwa seorang ilmuwan Inggris yang bernama J. B. Leitz telah menghitung kemungkinan banyaknya senyawa yang terbentuk dari atom-atom dalam molekul sederhana, seperti protein (protein tersusun atas lima unsur utama, yaitu karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, dan belerang) dan dia mendapatkan angka yang fantastis, yaitu jumlahnya mencapai 10$^{48}$ buah.

         Alam dapat menyediakan berbagai macam unsur-unsur kimia untuk digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Belerang merupakan salah satu unsur kimia yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahan baku pembuatan sabun mandi. Tembaga digunakan sebagai kawat listrik, aluminium digunakan sebagai alat-alat rumah tangga, fluorida untuk pasta gigi, natrium untuk kembang api, neon untuk lampu penerangan, dan masih banyak unsur-unsur lainnya.
Gambar: sabun mandi belerang

         Unsur-unsur dalam sifat periodik yang sudah pernah kita pelajari terdapat golongan utama yaitu golongan IA sampai VIIIA dan unsur golongan transisi yaitu golongan IB sampai VIIIB. Hampir semua industri kimia bahkan industri otomotif melibatkan unsur-unsur golongan utama. Apa sajakah unsur-unsur golongan utama dan golongan transisi tersebut? Bagaimana sifat-sifatnya dan kelimpahannya di alam? Serta apakah manfaat dari unsur-unsur tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Pada artikel-artikel yang terkait dengan kimia unsur ini lah akan kita bahas.

       Demikian pembahasan materi Kimia Unsur Secara Umum dan contoh-contohnya. Teman-teman silahkan mempelajari semua materi yang terkait dengan kimia unsur pada artikel terkait di bawah ini. Kemudian artikel berikutnya yang akan dibahas adalah kelimpahan unsur-unsur di alam.