Tampilkan postingan dengan label golongan utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label golongan utama. Tampilkan semua postingan

Dampak Negatif Unsur-unsur Golongan Utama

         Blog KoKim - Selain bermanfaat ternyata unsur-unsur yang telah kita pelajari (unsur-unsur golongan utama) mempunyai dampak negatif. Adapun dampak negatif unsur-unsur golongan utama adalah seperti berikut.

1. Karbon
       Dampak negatif karbon adalah pada senyawa karbon yaitu:
a. Karbon dioksida (CO$_2$)
Karbon dioksida terjadi karena pemakaian bahan bakar dari fosil. Adanya pembakaran ini menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.

b. Cloro Fluoro Carbon (CFC)
CFC berdampak negatif terhadap penipisan lapisan ozon dan berkontribusi terhadap efek rumah kaca.

c. Kloroform (CCl$_4$)
Kloroform menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, dan bersifat racun bila tertelan.

d. Karbon disulfida (CS$_2$)
Karbon disulfida merupakan senyawa mudah terbakar dan bersifat meracuni.

e. Karbon monoksida (CO)
Karbon monoksida biasanya dihasilkan oleh asap kendaraan dan proses industri. Karbon monoksida lebih mudah mengikat hemoglobin daripada oksigen. Oleh karena itu, darah akan kekurangan oksigen.

2. Nitrogen
       Campuran NO dan NO$_2$ menghasilkan NO$_x$ yang merupakan hasil pembakaran bahan bakar dari industri atau kendaraan yang menyebabkan terjadinya hujan asam dan asap kabut (smog) yang mengakibatkan terjadinya iritasi pada mata dan menyebabkan tumbuhan menjadi kering. Hujan asam dapat merusak pH tanah, perairan serta merusakkan bangunan.

3. Silikon
       Silikon yang dipakai untuk kecantikan wajah dapat menyebabkan kerusakan bentuk dan melumpuhkan beberapa otot wajah. Hal ini karena silikon dapat membentuk gumpalan dan dapat memblokir aliran darah ke jaringan/organ tubuh.

4. Fosfor
       Fosfor berdampak negatif apabila bijih fosfor yang diolah menjadi fosfat larut dalam air, sehingga menyebabkan terjadinya limbah radioaktif (disebabkan bijih fosfor mengandung uranium).

5. Belerang
       Senyawa belerang yang berdampak negatif antara lain:
a. Hidrogen Sulfida (H$_2$S)
Hidrogen sulfida merupakan gas sangat beracun yang mempunyai bau seperti telur busuk dan senyawa ini dapat menyebabkan kematian.
b. Asam Sulfat (H$_2$SO$_4$)
Asam sulfat merupakan zat higroskopis sehingga dapat merusak kulit dan juga menyebabkan korosi.

6. Radon
       Radon merupakan unsur gas mulia yang bersifat radioaktif. Radon apabila terhirup oleh manusia, akan tertinggal di paru-paru dan menimbulkan kanker paru-paru.

7. Aluminium
       Aluminium dapat merusak kulit dan dalam bentuk bubuk dapat meledak di udara bila dipanaskan. Senyawa aluminium yang berbahaya antara lain aluminium oksida (Al$_2$O$_3$) yang bereaksi dengan karbon dan berdampak pada pemanasan global. Adapun reaksinya seperti berikut.
$ 2 Al_2O(s) + 3 C(s) \rightarrow 4 Al(s) + 3 CO_2(g) $

       Demikian pembahasan materi Dampak Negatif Unsur-unsur Golongan Utama. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk.


Golongan Gas Mulia atau Unsur Golongan VIIIA

         Blog KoKim - Golongan gas mulia atau golongan VIIIA terdiri atas helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), dan xenon (Xe). Gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang penuh. Oleh karena itu, unsur gas mulia stabil.

1. Sifat Fisika Golongan Gas Mulia atau golongan VIIIA
       Setiap sifat tertentu dari unsur ini berubah secara teratur. Unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah serta kalor penguapan yang rendah. Hal ini menunjukan bahwa terdapat ikatan Van der Waals yang sangat lemah antaratom. Helium adalah zat yang mempunyai titik didih yang paling rendah. Perhatikan sifat-sifat fisika gas mulia pada tabel berikut:


2. Sifat Kimia Golongan Gas Mulia atau golongan VIIIA
       Pada tahun 1962, Neil Bartlett berhasil membuat sebuah senyawaan stabil yang dianggap sebagai XePtF$_6$. Hal ini tentu menggemparkan, karena telah lama dikenal bahwa unsur golongan VIIIA bersifat inert. Setelah ini, tidak lama kemudian ahli riset lainnya menunjukkan bahwa xenon dapat bereaksi langsung dengan fluor membentuk senyawaan biner seperti XeF$_2$, XeF$_4$, dan XeF$_6$. Adapun bentuk senyawa-senyawa dari unsur xenon dengan bilangan oksidasinya adalah seperti berikut.

1). Bilangan Oksidasi +2
       Kripton dan xenon dapat membentuk KrF$_2$ dan XeF$_2$ jika kedua unsur ini diradiasi dengan uap raksa dalam fluor. Xe(II) dapat bereaksi selanjutnya menjadi XeF$_4$ jika suhu dinaikkan. Adapun XeF$_2$ dapat terbentuk jika xenon padat direaksikan dengan difluoroksida pada suhu -120 $^\circ$C.
$ Xe(s) + F_2O_2(g) \rightarrow XeF_2(s) + O_2(g) $
XeF$_2$ dan KrF$_2$ berbentuk molekul linier dengan hibdridisasi $sp^3d$.

2). Bilangan Oksidasi +4
       Xenon(IV) fluorida dapat dibuat dengan memanaskan campuran xenon dan fluor dengan komposisi 1 : 5 pada tekanan 6 atm, dan menggunakan nikel sebagai katalis.
XeF$_4$ mempunyai struktur bujur sangkar dengan hibridisasi $d^2sp^3 $ pada suhu 400 $^\circ$C.

3). Bilangan Oksidasi +6
       Hanya xenon yang dapat membentuk XeF$_6$. Senyawa ini dibuat dengan memanaskan campuran kedua unsur ini dengan komposisi Xe : F$_2$ = 1 : 20 pada suhu 300 $^\circ$C dan tekanan 50 atm.
Xenon(VI) fluorida mempunyai bentuk oktahendral (distorted). Pada suhu kamar berbentuk kristal berwarna dan memiliki titik leleh 48 $^\circ$C. Senyawa ini bereaksi dengan silika membentuk senyawa oksi gas mulia yang paling stabil.
$SiO_2(s) + 2 XeF_6(g) \rightarrow SiF_4(g) + 2 XeOF_4(l) $
Pada suhu kamar XeOF$_4$ berbentuk cairan tidak berwarna. XeF$_6$ dapat mengalami hidrolisis membentuk xenon(VI) oksida, dengan reaksi seperti berikut.
$ XeF_6(s) + 3 H_2O(l) \rightarrow XeO_3(aq) + 6 HF(aq) $

4). Bilangan Oksidasi +8
       Xe(IV) dapat dioksidasi menjadi Xe(VIII) oleh ozon dalam larutan basa. Xe(VIII) hanya stabil dalam larutan. Selain senyawa xenon, telah berhasil dibuat kripton fluorida, KrF$_2$ dan radon fluorida, RnF$_2$. Radon bereaksi spontan dengan fluor pada suhu kamar. Adapun kripton bereaksi dengan fluor hanya jika keduanya disinari atau melepaskan muatan listrik. Akan tetapi belum dilaporkan adanya senyawa helium, neon atau argon.

3. Kelimpahan Unsur Gas Mulia di Alam
       Semua gas mulia dapat dijumpai di atmosfer. Kandungan argon di udara adalah 0,9% udara dan unsur yang lain dalam jumlah yang lebih kecil. Ahli kimia Inggris William Ramsay, pada tahun 1894 mengidentifikasi unsur baru (argon) sebagai gas yang tidak reaktif yang tertinggal dalam sampel udara setelah semua unsur nitrogen, oksigen, dan zat lain dihilangkan dalam sampel. Semua unsur merupakan gas monoatomik yang dapat diperoleh dengan distilasi fraksionasi udara cair.

4. Pembuatan Unsur dan Senyawa Gas Mulia
       Semua unsur gas mulia dapat diperoleh dengan distilasi fraksionasi udara cair. Perhatikan gambar berikut ini:

5. Kegunaan Unsur dan Senyawa Gas Mulia atau Golongan VIIIA
a. Helium (He) sudah dikenal lebih dahulu daripada gas-gas mulia lainnya. Untuk pertama kali helium ditemukan di dalam atmosfer matahari. Helium digunakan untuk mengisi balon. Helium memiliki berat dua kali lebih berat daripada hidrogen, tetapi tidak dapat terbakar.

b. Argon dicampur dengan nitrogen digunakan sebagai pengisi lampu pijar dan lampu-lampu radio untuk menahan mengabutnya kawat wolfram dalam lampu itu.

c. Neon (Ne) dipakai sebagai pengisi lampu-lampu neon yang memberikan cahaya merah. Jika dicampur dengan uap raksa akan memberikan cahaya putih kebiru-kebiruan jika tabung kacanya tidak berwarna, atau cahaya hijau jika tabung kacanya berwarna cokelat.

d. Kripton (Kr) dan xenon (Xe) akhir-akir ini diketemukan bahwa xenon bersifat anestesi. Oleh karena sifat ini maka xenon digunakan untuk membius pasien-pasien dalam operasi besar. Akan tetapi pemakaian ini masih terlalu mahal.

       Demikian pembahasan materi Golongan Gas Mulia atau Unsur Golongan VIIIA. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur-unsur golongan utama.


Golongan Halogen atau Unsur Golongan VIIA

         Blog KoKim - Senyawa dan ion golongan halogen dinamakan halide. Anggota golongan halogen atau golongan VIIA adalah fluor (F), klor (Cl), brom (Br), iod (I), dan astat (As). Astat ditemukan di alam dalam jumlah yang sangat sedikit. Semua unsur halogen bersifat nonlogam.

Sifat Fisika unsur Halogen atau golongan VIIA
       Unsur-unsur golongan VIIA mempunyai konfigurasi elektron $ns^2np^5$ dan merupakan unsur-unsur yang paling elektronegatif. Unsur halogen selalu mempunyai bilangan oksidasi -1, kecuali fluor yang selalu univalent. Unsur ini dapat mempunyai bilangan oksidasi (+1), (+III) dan (+VII). Bilangan oksidasi (+IV) dan (+VI) merupakan anomali, terdapat dalam oksida ClO$_2$, Cl$_2$O$_6$, dan BrO$_3$.
Perhatikan sifat fisika unsur-unsur halogen berikut ini:

       Titik leleh dan titik didih bertambah jika nomor atom bertambah. Hal ini karena molekul yang lebih besar mempunyai gaya tarik menarik Van der Waals yang lebih besar. Energi ikatan X$_2$ (kalor disosiasi) berkurang jika atom bertambah besar. Kecenderungan ini hanya dapat diamati untuk Cl$_2$, Br$_2$, dan I$_2$.
Perhatikan Gambar berikut:

       Energi ikatan F$_2$ sangat rendah (158 kJmol$^{-1}$), karena terjadi tolak menolak antara elektron tak-terikat. Hal inilah yang menyebabkan F$_2$ sangat reaktif. Energi ionisasi unsur halogen sangat tinggi dan yang paling tinggi adalah fluor. Molekul halogen berwarna karena menyerap sinar tampak sebagai hasil eksitasi. Unsur-unsur ini adalah oksidator kuat dan mempunyai potensial elektrode negatif.

Sifat Kimia unsur Halogen atau golongan VIIA
       Fluor dan klor membantu reaksi pembakaran dengan cara seperti oksigen. Brom berupa cairan merah tua pada suhu kamar mempunyai tekanan uap yang tinggi. Fluor dan klor biasanya berupa gas. Reaksi-reaksi halogen antara lain seperti berikut.
1). Reaksi Halogen dengan Air
       Semua unsur halogen kecuali fluor berdisproporsionasi dalam air, artinya dalam reaksi halogen dengan air maka sebagian zat teroksidasi dan sebagian lain tereduksi. Fluorin bereaksi sempurna dengan air menghasilkan asam fluorida dan oksigen. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
$2 F_2(g) + 2 H_2O(l) \rightarrow 4 HF(aq) + O_2(g) $

Fluorin dengan larutan NaOH encer menghasilkan gas F$_2$O,sedangkan dengan NaOH pekat menghasilkan gas O$_2$. Perhatikan reaksi berikut.
$2 F_2(g) + 2 NaOH(aq, \, encer) \rightarrow F_2O(g) + 2 NaF(aq) + H_2O(l) $
$2 F_2(g) + 4 NaOH(aq, \, pekat) \rightarrow 4 NaF(aq) + 2 H_2O(l) + O_2(g) $

Cl$_2$, Br$_2$ dan I$_2$ tidak melarut dengan baik dalam air, reaksinya lambat. Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Jika klorin dan bromin dilarutkan dalam air yang mengandung OH$^-$ (basa) maka kelarutannya makin bertambah. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
$Cl_2(aq) + 2 OH^- (aq) \rightarrow Cl^-(aq) + ClO^-(aq) + H_2O(l) $
Ion ClO$^-$ merupakan bahan aktif zat pemutih. Senyawa NaClO digunakan sebagai zat pemutih kertas, pulp, tekstil, dan bahan pakaian.

2). Reaksi Halogen dengan Hidrogen
       Halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halida. Secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
$ X_2(g) +H_2(g) \rightarrow 2 HX(g) $
Reaksi F$_2$ dan Cl$_2$ dengan hidrogen disertai ledakan tetapi bromin dan iodin bereaksi dengan lambat.

3). Reaksi Halogen dengan Halogen
       Reaksi halogen dengan halogen menghasilkan senyawa yang dinamakan senyawa antarhalogen. Unsur yang lebih elektronegatif sebagai zat oksidator dan diberi bilangan oksidasi negatif dalam senyawaannya. Perhatikan contoh reaksi berikut ini.

Senyawa-senyawa antarhalogen bersifat diamagnetik dan merupakan oksidator kuat. Senyawa antarhalogen dapat mengalami reaksi hidrolisis. Perhatikan reaksi berikut.
$ XX^1(g) + 2 H_2O(l) \rightarrow HOX(aq) + X^-(aq) + H_2O^+(aq) $

4). Reaksi Halogen dengan Logam
       Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam. Bromin dan iodin tidak bereaksi dengan emas, platinum atau beberapa logam mulia lainnya. Perhatikan contoh reaksi fluorin dengan tembaga berikut.
$F_2(g) + Cu(s) \rightarrow CuF_2(s) $

5). Reaksi Halogen dengan Hidrokarbon
       Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan cara menggantikan atom-atom hidrogen. Perhatikan contoh reaksi metana dengan klorin berikut ini.
$ Cl_2(g)+ CH_4(g) \rightarrow CH_3Cl(g) + HCl(aq) $

6). Reaksi Halogen dengan Nonlogam dan Metaloid Tertentu
       Halogen bereaksi secara langsung dengan sejumlah nonlogam dan metaloid. Unsur nonlogam fosfor dan metaloid boron, arsen, dan stirium (misal Y) bereaksi dengan unsur halogen (X), reaksi yang terjadi seperti berikut.
$ 3 X_2 + 2 Y \rightarrow 2 YX_3 \, $ (jika halogennya terbatas)
$ 5 X_2 + 2 Y \rightarrow 2 YX_5 \, $ (jika halogennya berlebihan)
Fluorin mudah bereaksi tetapi iodin sukar bereaksi. Adapun nitrogen tidak langsung bersatu dengan halogen karena ketidakaktifannya.

Kereaktifan Unsur Halogen atau golongan VIIA
       Kereaktifan golongan halogen menurun secara teratur mulai fluor hingga iod. Kereaktifan ini dikaitkan dengan kemampuannya menerima elektron membentuk ion negatif. Perhatikan harga afinitas elektron pada Tabel sifat fisika di atas. Harga afinitas elektron dari atas ke bawah berkurang. Hal ini karena makin bertambah jari-jari atomnya sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin berkurang.

Daya Oksidasi unsur Halogen
       Daya oksidasi halogen dari atas ke bawah makin berkurang. Jadi iod merupakan reduktor terkuat. Daya oksidasi ini dapat dilihat dari harga potensial elektrodenya.

Kelimpahan unsur dan senyawa halogen di alam
a. Klor
       Klor terdapat di alam karena daya gabung klor terhadap unsur-unsur lain yang biasanya sangat besar membentuk senyawaan terutama dalam garam dapur NaCl, KCl dan MgCl$_2$.

b. Brom
       Brom mula-mula diperoleh dari dalam air laut. Unsur-unsur ini sekarang diusahakan dalam jumlah yang besar sebagai bromida, misal NaBr, MgBr$_2$.

c. Iod
       Iod terdapat sebagai Na-iodat dalam mutterlauge, sendawa chili sebagai iodida dalam ganggang laut dan dalam sumber air iodium di Jawa Timur (Mojokerto) serta dalam kelenjar gondok manusia dan hewan.

d. Fluor
       Oleh karena daya gabung terhadap unsur-unsur lain lebih besar daripada halogen lainnya, maka fluor selalu terdapat sebagai senyawaan, antara lain fluorit (CaF$_2$) dan kriolit (Na$_3$AlF$_6$).

Pembuatan unsur dan senyawa halogen
a. Unsur Klor
Klorin dibuat dengan beberapa cara, antara lain seperti berikut ini.
1). Elektrolisis larutan NaCl dengan diafragma.
$2 NaCl(aq) + 2 H_2O(l) \rightarrow 2 NaOH(aq) + H_2(g) + Cl_2(g) $
2). Pada pabrik-pabrik sulfat, di mana asam klorida dihasilkan dalam jumlah besar sebagai hasil samping selanjutnya asam klorida direaksikan dengan MnO$_2$ untuk menghasilkan klorin.
$ 4 HCl(l) + MnO_2(s) \rightarrow MnCl_2(l) + 2 H_2O(l) + Cl_2(g) $

b. Senyawa Hidrogen Klorida
Hidrogen klorida (HCl) dapat dibuat dari garam dapur dan asam sulfat. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
$ NaCl(aq) + H_2SO_4(aq) \rightarrow NaHSO_4(aq) + HCl(aq) $
Jika suhunya dinaikkan, dan NaCl ditambah maka reaksi yang terjadi seperti berikut.
$ NaCl(aq) + NaHSO_4(aq) \rightarrow Na_2SO_4(l) + HCl(aq) $
HCl dapat juga dibuat dari sintesis hidrogen dan klor. Kedua gas ini diperoleh sebagai hasil samping pembuatan NaOH dari elektrolisis larutan NaCl.

c. Garam Hipoklorit dan garam klorat
Garam-garam hipoklorit terbentuk bersama-sama dengan garam-garam klorida, jika gas klorin dialirkan ke dalam suatu larutan basa. Perhatikan reaksi berikut ini.
$ 2 KOH(l) + Cl_2(g) \rightarrow KOCl(l) + KCl(l) + H_2O(l) $
$ 2 NaOH(aq) + Cl_2(g) \rightarrow NaOCl(l) + NaCl(aq) + H_2O(l) $
Jika gas klorin dialirkan ke dalam larutan pekat Ca(OH)$_2$ dan selanjutnya larutan ini diupayakan dalam vakum, maka terjadilah hablur kaporit.
$ 2 Cl_2(g) + 2 Ca(OH)_2(aq) \rightarrow CaCl_2(l) + Ca(OCl)_2(aq) $

d. Unsur Brom
       Secara teknis brom dihasilkan terutama dari garam singkiran. Garam-garam ini dilarutkan dalam air dan kemudian diuapkan. Sebagian besar dari garam-garamnya menghablur, sedangkan MgBr$_2$ masih tertinggal dalam larutan (Mutterlauge). Selanjutnya gas klorin dialirkan ke dalam Mutterlauge ini, dengan reaksi seperti berikut.
$ MgBr_2(s) + Cl_2(g) \rightarrow MgCl_2(aq) + Br_2(g) $
Bromin yang terjadi dimurnikan dengan penyulingan. Bromin berupa zat cair berwarna cokelat tua, memberikan uap merah cokelat yang berbau rangsang.

e. Unsur Iod
Garam-garam iodat direduksi na-hidrogensulfit menjadi iodin, dengan reaksi seperti berikut:
$ 5 NaHSO_3(aq) + 2 NaIO_3(l) \rightarrow 2 Na_2SO_4(aq) + 3 NaHSO_4(aq) + H_2O(l) + I_2(g) $
Hablur-hablur iodin berbentuk keping-keping berwarna abu-abu tua. Iod tidak mudah larut dalam air, tetapi mudah larut dalam kalium alkohol dan eter.

f. Senyawa Hidrogen Fluorida
       Hidrogen fluorida (HF) diperoleh dengan mereaksikan fluorit dan asam sulfat pekat kemudian dipanaskan dalam bejana dari timbal atau platina. Reaksi yang terjadi seperti berikut:
$ CaF_2(l) + H_2SO_4(aq) \rightarrow CaSO_4(l) + 2 HF(aq) $
HF di bawah suhu 20 $^\circ$C berupa zat cair dan di atas suhu 20 $^\circ$C berupa gas.

Kegunaan Senyawa Halogen (golongan VIIA)
a. Unsur Klor
       Klor digunakan dalam industri kertas dan industri tekstil sebagai pengelantang, sebagai pemusnah kuman, dan untuk pembuatan kapur klor, brom, dan zat warna organik.

b. Senyawa Asam Klorida
       Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam-logam dan untuk membuat garam-garam klorida dan gas klor. HCl murni yang tidak mengandung air banyak digunakan dalam pembuatan zat warna organik.

c. Garam Hipoklorit dan Garam Klorat
       Garam klorat yang penting adalah kalium klorat (KClO$_3$) yang digunakan untuk kepala batang korek api, petasan, dan dipakai sebagai obat kumur.

d. Unsur Brom
       Larutan brom dalam air (aqua bromata) digunakan sebagai pengoksidasi. Kurang lebih 90% brom dipakai sebagai bahan membuat garam-garam bromida. AgBr dipergunakan dalam pemotretan. NaBr dan KBr dipergunakan dalam obat-obatan. Beberapa garam bromida lainnya digunakan dalam pembuatan zat-zat warna.

e. Unsur Iod
       Larutan iod dalam alkohol dinamakan iodtinktur dan digunakan sebagai pemusnah hama. Iod juga mudah larut dalam karbon disulfida dan kloroform. Iod digunakan dalam obat-obatan sebagai kalium iodida (KI) dan iodoform (CHI$_3$).

f. Senyawa Asam Fluorida
       Dalam bentuk cair atau gas, HF dapat memakan kaca yang dinamakan mengets menurut reaksi seperti berikut.
$ SiO_2(s) + 4 HF(g) \rightarrow 2 H_2O(l) + SiF_4(s) $
Asam fluorida digunakan untuk pemucatan penjalin. Adapun senyawa-senyawa organik fluor digunakan untuk pendingin dalam lemari es dan untuk mematikan kutu-kutu dalam kain.

       Demikian pembahasan materi Golongan Halogen atau Golongan VIIA . Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Golongan Gas Mulia atau Unsur Golongan VIIIA.


Unsur Golongan VIA

         Blog KoKim - Anggota unsur golongan VIA yang lain adalah selenium (Se), tellurium (Te), polonium (Po). Oksigen dan belerang adalah dua unsur yang sangat umum di antara unsur-unsur golongan VIA.

1. Sifat Fisika golongan VIA (khusus oksigen dan belerang)
Perhatikan sifat fisika dari oksigen dan belerang pada tabel berikut:

2. Sifat Kimia golongan VIA (khusus oksigen dan belerang)
1) Sifat Kimia Oksigen        Oksigen membentuk senyawa dengan semua unsur, kecuali gas-gas mulia ringan. Biasanya oksigen bereaksi dengan logam membentuk ikatan yang bersifat ionik dan bereaksi dengan bukan logam membentuk ikatan yang bersifat kovalen sehingga akan membentuk oksida. Terdapat enam macam oksida, yaitu:
a). Oksida asam
Oksida asam adalah oksida dari unsur nonlogam dan oksida unsur blok d dengan bilangan oksidasi besar.
$SO_3(aq) + H_2O(l) \rightarrow 2 H^+(aq) + SO_4^{2-}(aq) $
$CO_2(g) + H_2O(l) \rightarrow 2 H^+(aq) + CO_3^{2-}(aq) $
$CrO_3(s) + H_2O(l) \rightarrow 2 H^+(aq) + CrO_4^{2-}(aq) $

b). Oksida basa, dengan air membentuk basa.
$CaO(s) + H_2O(l) \rightarrow Ca^{2+}(aq) + 2 OH^-(aq) $
$Na_2O(s) + H_2O(l) \rightarrow 2 Na^+(aq) + 2 OH^-(aq) $

c). Oksida amfoter, oksida ini dapat bereaksi dengan asam atau basa.
$ZnO(s) + 2 HCl(aq) \rightarrow ZnCl_2(s) + H_2O(l)$
$ZnO(s) + 2 OH^-(aq) \rightarrow Zn(OH)_4^{2-}(aq) $

d). Oksida netral
Oksida ini tidak bereaksi dengan asam maupun basa, misal NO, N$_2$O, dan CO.

e). Oksida campuran
Oksida ini merupakan campuran dari oksida sederhana, misalnya P$_3$O$_4$ merupakan campuran PbO (dua bagian) dan PbO$_2$ (satu bagian).

f). Peroksida dan superperoksida
Oksigen membentuk peroksida H$_2$O$_2$, N$_2$O$_2$ dan BaO$_2$ dengan bilangan oksidasi oksigen -1 serta RbO$_2$, CsO$_2$ dengan bilangan oksidasi oksigen $ - \frac{1}{2} $ .

2). Sifat Kimia Belerang
       Belerang hanya memerlukan dua elektron lagi untuk mencapai konfigurasi $s^2p^4$ dari gas mulia. Jika belerang bereaksi dengan logam maka belerang bertindak sebagai penerima elektron. Belerang mudah bereaksi dengan semua unsur kecuali emas, platinum dan gas mulia. Reaksi-reaksi pada belerang, antara lain seperti berikut.

a). Dengan logam
Belerang bereaksi lebih kuat dengan logam.
Contoh: $ Fe(s) + S(s) \rightarrow FeS(s) $

b). Reaksi dengan nonlogam
Belerang bereaksi dengan karbon panas membentuk karbon disulfida.
$C(s) + S(s) \rightarrow CS_2(s)$

c). Belerang bereaksi dengan oksigen membentuk oksida gas yaitu SO$_2$ dan SO$_3$.
d) Belerang bereaksi dengan halogen membentuk belerang monoklorida, dan belerang heksa fluorida.
e) Bila gas hidrogen dialirkan dalam bentuk gelembunggelembung melalui belerang yang meleleh, maka akan terbentuk gas hidrogen sulfida.
$H_2(g) + S(s) \rightarrow H_2S(g) $

3. Kelimpahan unsur belerang di alam
       Belerang terdapat dalam keadaan bebas di daerah-daerah gunung berapi sebagai senyawaan dalam FeS$_2$ (pirit), ZnS (sfaterit), PbS (galenit), CaSO$_4$ (gips), BaSO$_4$ (barit), dan dalam zat putih telur.

4. Pembuatan unsur dan senyawa golongan VIA
a. Unsur Belerang
       Pembuatan belerang pertama kali dikembangkan pada tahun 1904 oleh Frasch yang mengembangkan cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan cara Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang memiliki dua pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukkan melalui pipa luar, sehingga belerang meleleh, selanjutnya dimasukkan udara bertekanan tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang yang keluar mencapai 99,5%.

b. Senyawa Asam Sulfat
       Asam sulfat (H$_2$SO$_4$) dibuat dengan proses kontak. Belerang dibakar dalam udara kering di ruang pembakar pada suhu 100 $^\circ$C. Gas yang dihasilkan mengandung kurang lebih 10% volume sulfur dioksida. Setelah didinginkan sampai 400 $^\circ$C, kemudian dimurnikan dengan cara pengendapan elektrostastik. Sulfur dioksida yang terbentuk kemudian dikonversi menjadi SO$_3$ dengan menggunakan vanadium (V) oksida. Reaksi yang terjadi adalah eksoterm. Reaksi dilakukan pada suhu 450 $^\circ$C - 474 $^\circ$C.
$2SO_3(g) + O_2(g) \rightleftharpoons 2SO_3(g) \, $ $ \Delta H$ = -98 kJmol$^{-1}$

Sulfur trioksida yang dihasilkan didinginkan kemudian dilarutkan dalam H$_2$SO$_4$ 98%, sehingga menghasilkan asam 98,5% yang kemudian diencerkan dengan air melalui reaksi berikut ini.
$ SO_3(g) + H_2SO_4(l) \rightarrow H_2S_2O_7(l) $
$H_2S_2O_7(l) + H_2O(l) \rightarrow 2 H_2SO_4(l) $
Reaksi keseluruhan dapat ditulis seperti berikut.
$H_2O(l) + SO_3(g) \rightarrow H_2SO_4(l) $

c. Senyawa Belerang Dioksida
Belerang dioksida (SO$_2$) secara teknik dibuat dengan cara berikut.
1). SO$_2$ murni diperoleh dari pembakaran belerang.
$ S(s) + O_2(g) \rightarrow SO_2(g)$
2). Pemanggangan sulfida.
$4 FeS_2(s) + 11 O_2(g) \rightarrow 2 FeO_3(l) + 8 SO_2(g)$

d. Unsur Oksigen
Oksigen dapat dibuat dengan beberapa cara, antara lain seperti berikut ini:
1). Penguraian katalik hidrogen peroksida (pembuatan di laboratorium).
$ 2 H_2O_2(g) \rightarrow 2 H_2O(l) + O_2(g) $
2). Penguraian termal senyawa yang mengandung banyak oksigen.
$ 2 KMnO_4(s) \rightarrow K_2MnO_4(s) + MnO_2(s) + O_2(g) $
$ 2 KClO_3(s) \rightarrow 2 KCl(s) + 3 O_2(g) $
$ 2 KNO_3(s) \rightarrow 2 KNO_2(s) + O_2(g) $
3). Reaksi antara peroksida dan air
$ 2 NaO_2(s) + 2 H_2O(l) \rightarrow 4 NaOH(aq) + O_2(g) $

Oksigen dapat dibuat secara komersial dengan cara seperti berikut ini.
1). Distilasi bertingkat udara cair.
2). Elektrolisis air.

5. Kegunaan unsur dan senyawa golongan VIA
a. Unsur Belerang
       Belerang digunakan sebagai bahan pembuat asam sulfat, bahan pembuat cat (ultramin, vermilyun, kuning kadmium), pembuat mesiu, untuk membuat karbon disulfida, dan bahan pembuat ebonit. Belerang juga dapat dipakai sebagai obat pemberantas jamur dan untuk memasak getah karet dan getah perca.

b. Senyawa Belerang Dioksida
Kegunaan belerang dioksida adalah seperti berikut.
1) Bahan pengelantang untuk bulu domba, sutra, spons, domen, dan gula tebu.
2) Sebagai bahan untuk membersihkan botol-botol dan bejana-bejana anggur.
3) Sebagai bahan untuk memberantas penyakit pes di darat dan di kapal-kapal laut.
4) Digunakan untuk memurnikan beberapa jenis minyak tanah.

c. Senyawa Asam Sulfat
Kegunaan dari asam sulfat antara lain seperti berikut.
1) Di laboratorium digunakan untuk pengering dan untuk kimia analisis.
2) Dalam teknik industri digunakan sebagai bahan pupuk terutama pupuk fosfat; cat dan pigmen terutama dalam produksi titanium oksida; pembuatan asam (HCl, HNO$_3$, H$_3$PO$_4$).

d. Unsur Oksigen
       Kegunaan oksigen adalah untuk membantu pernapasan pasien (dalam kedokteran) dan untuk isi tabung udara yang dibawa penyelam. Salah satu senyawaan oksigen adalah ozon (O$_3$). Ozon dibuat dari O$_2$ yang dialirkan melalui pesawat pengozon. Di dalam pesawat ini terjadi letusan-letusan listrik yang menyebabkan O$_2$ berubah menjadi O$_3$. Kegunaan ozon adalah sebagai pemucat benang dan bahan pemusnah hama air minum.

       Demikian pembahasan materi Unsur Golongan VIA . Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan golongan halogen atau unsur golongan VIIA.


Unsur Golongan VA

         Blog KoKim - Nitrogen dan fosfor merupakan unsur-unsur dalam golongan VA. Anggota unsur golongan VA yang lainnya adalah arsen (As), antimonium (Sb), bismut (Bi). Kita akan mempelajari sifat-sifat unsur nitrogen dan fosfor.

1. Sifat Fisika Golongan VA (Khusus Nitrogen dan Fosfor)
       Masing-masing nitrogen dan fosfor mempunyai lima electron valensi dengan konfigurasi elektron $ns^2np^3$. Bilangan oksidasi terbesar adalah +5. Perhatikan sifat-sifat fisika nitrogen dan fosfor pada tabel berikut ini:

2. Sifat Kimia Golongan VA (Khusus Nitrogen dan Fosfor)
       Nitrogen adalah unsur yang unik dalam golongannya, karena dapat membentuk senyawa dalam semua bilangan oksidasi dari tiga sampai lima. Senyawa nitrogen dapat mengalami reaksi reduksi dan oksidasi. Adapun sifat kimia nitrogen antara lain seperti berikut.
1). Reaksi nitrogen dengan oksigen terjadi apabila bereaksi di udara dengan bantuan bunga api listrik tegangan tinggi, dengan reaksi seperti berikut.
$ N_2(g) + O_2(g) \rightarrow 2 NO(g) $
Selanjutnya senyawa NO akan bereaksi membentuk NO$_2$ dengan reaksi seperti berikut.
$2 NO(g) + O_2(g) \rightarrow 2 NO_2(g)$

2). Nitrogen hanya dapat bereaksi dengan fluor membentuk nitrogen trifluorida dengan reaksi seperti berikut.
$ N_2(g) + 3 F_2(g) \rightarrow 2 NF_2(g)$

3). Nitrogen dapat bereaksi dengan logam membentuk nitrida ionik, misalnya seperti berikut.
$6 Li(s) + N_2(g) \rightarrow 2 Li_3N(s)$
$6 Ba(s) + N_2(g) \rightarrow 2 Ba_3N(s)$
$6 Mg(s) + N_2(g) \rightarrow 2 Mg_3N(s)$

       Fosfor dapat membentuk ikatan dengan cara yang mirip dengan nitrogen. Fosfor dapat membentuk tiga ikatan kovalen, menerima tiga elektron membentuk ion P$^{3-}$. Reaksi yang terjadi pada fosfor, antara lain seperti berikut:
1). Fosfor dapat bersenyawa dengan kebanyakan nonlogam dan logam-logam yang reaktif. Fosfor bereaksi dengan logam IA dan IIA dapat membentuk fosfida. Dalam air fosfida mengalami hidrolisis membentuk fosfin, PH$_3$.
$Na_3P(s) + 3 H_2O(l) \rightarrow 3 NaOH(l) + PH_3(g)$

2). Fosfor membentuk dua macam senyawa dengan halogen yaitu trihalida, PX$_3$ dan pentahalida PX$_5$.

3). Membentuk asam okso fosfor
Asam okso dari fosfor yang dikenal adalah asam fosfit dan asam fosfat. Asam fosfit dapat dibuat dengan reaksi seperti berikut.
$P_4O_6(aq) + 6 H_2O(l) \rightarrow 4 H_3PO_3(aq) $

3. Kelimpahan Unsur Golongan VA di Alam
a. Nitrogen
       Nitrogen dalam keadaan bebas sebagai N$_2$. Nitrogen di udara terdapat kurang lebih 80% dari volume udara. Senyawa nitrogen di alam, antara lain seperti berikut.
1). Zat telur (protein), amonia, dan berbagai senyawa organik.
2). Tumbuh-tumbuhan, hanya tumbuh-tumbuhan dari keluarga leguminosa yang mengambil nitrogen dari udara.

b. Fosfor
       Unsur ini tidak pernah terdapat dalam keadaan bebas, karena daya gabungnya terhadap oksigen besar. Senyawa fosfor yang terdapat di alam antara lain apatit yang banyak mengandung Ca$_3$(PO$_4)_2$ selanjutnya mengandung kapur, CaCl$_2$, dan CaF$_2$. Fosforit (kalsium fosfat) terdapat dalam tulang binatang menyusui. Apatit dapat ditemukan di Propinsi Aceh, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Pulau Jawa.

4. Pembuatan Unsur dan Senyawa Golongan VA
a. Unsur Nitrogen
       Nitrogen dibuat dengan penyulingan bertingkat udara cair. Udara bersih dimasukkan ke dalam kompresor, kemudian didinginkan dengan pendingin. Udara dingin mengembang melalui celah dan hasilnya adalah udara yang suhunya lebih dingin, cukup untuk menyebabkan mencair. Selanjutnya udara cair disaring untuk memisahkan unsur CO$_2$ dan hidrokarbon, kemudian didistilasi dengan cara udara cair memasuki bagian puncak kolom di mana nitrogen, komponen yang paling mudah menguap, keluar sebagai gas, dan pada pertengahan kolom, gas argon keluar dan oksigen cair sedang komponen yang paling sulit menguap terkumpul di dasar kolom.

b. Senyawa Amonia
       Amonia (NH$_3$) adalah senyawa yang sangat bermanfaat dan diproduksi secara komersial dalam jumlah yang sangat besar. Pembuatan secara komersial menggunakan proses Haber-Bosch. Dalam proses ini bahan baku digunakan adalah nitrogen dan hidrogen dengan katalis Fe. Reaksi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut:
$N_2 (g) + 3H_2 (g) \rightleftharpoons 2NH_3 (g) $
Reaksi ini berlangsung pada suhu +500 $^\circ$C dengan tekanan antara 130 - 200 atm.

c. Senyawa Asam Nitrat
       Asam nitrat (HNO$_3$) dibuat dengan proses Haber-Ostwald, di mana amonia yang didapat dengan proses Haber dicampur dengan udara berlebih kemudian dialirkan melalui platina abses sebagai katalis pada suhu 700 $^\circ$C - 800 $^\circ$C. Perhatikan reaksi yang terjadi berikut ini:
$ 4NH_3(g) + SO_2 (g) \rightleftharpoons 4NO(g) + 6H_2O (l) $
Setelah melalui katalis, dan turunnya suhu maka NO bereaksi dengan udara yang berlebih.
$ 2NO(g) + O_2(g) \rightleftharpoons 2NO_2 (g) $
Udara yang mengandung NO2 ditampung dalam air.
$4 NO(g) + O_2(g) + H_2O(l) \rightarrow 4 HNO_3(aq)$

d. Unsur Fosfor
Fosfor dibuat dalam tanur listrik dengan memanaskan fosforit, pasir, dan kokas dengan reaksi seperti berikut.
$ Ca_3(PO_4)_2(l) + 3 SiO_2(s) \rightarrow 3 CaSiO_3(l) + P_2O_5(s) $
$ 2 P_2O_5(s) + 10 C(s) \rightarrow P_4(s) + 10 CO(g) $
Dalam proses ini dihasilkan fosfor kuning. Adapun Fosfor merah dihasilkan dengan jalan memanaskan fosfor kuning pada suhu 250 $^\circ$C tanpa udara.

Kegunaan Unsur dan Senyawa Golongan VA
a. Unsur Nitrogen
       Kegunaan nitrogen terutama digunakan dalam pembuatan gas amonia (NH$_3$) dari udara. Gas nitrogen cair digunakan sebagai bahan pembeku dalam industri pengolahan makanan.

b. Senyawa Amonia
       Kegunaan dari amonia adalah pembuatan es, membuat HNO$_3$, garam-garam amonium, dan sabun amonia.

c. Senyawa Asam Nitrat
       Asam nitrat digunakan untuk membuat pupuk-pupuk buatan NH$_4$NO$_3$ dan Ca(NO$_3)_2$.

d. Unsur Fosfor
       Fosfor kuning digunakan untuk pembuatan P$_2$O$_5$, yang digunakan untuk mencegah karat dan fosfor merah digunakan untuk membuat kepala batang korek api. Senyawa fosfor antara lain asam fosfat yang dibuat dengan mereaksikan uap fosfor dengan air. Asam fosfat berguna dalam pembuatan pupuk dan detergen.

       Demikian pembahasan materi Unsur Golongan VA. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur golongan VIA.


Unsur Golongan IVA

         Blog KoKim - Pada artikel ini kita akan membahas unsur-unsur golongan utama yaitu unsur golongan IVA.

1. Sifat Fisika Golongan IVA (karbon dan silikon)
       Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur karbon dan silikon. Perhatikan tabel sifat fisika dari karbon dan silikon berikut ini:


2. Sifat Kimia Golongan IVA (karbon dan silikon)
       Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon dan silikon membentuk kation sederhana seperti C$^{4+}$ dan Si$^{4+}$. Sifat kimia karbon antara lain sebagai berikut:
1). Karbon bereaksi langsung dengan fluor, dengan reaksi seperti berikut:
$C(s) + 2 F_2(g) \rightarrow CF_4(g)$
2). Karbon dibakar dalam udara yang terbatas jumlahnya menghasilkan karbon monoksida.
$2 C(s) + O_2(g) \rightarrow 2 CO(g) $
Jika dibakar dalam kelebihan udara, akan terbentuk karbon dioksida.
3). Membentuk asam oksi.
Bila karbon dipanaskan dalam udara, unsur ini bereaksi dengan oksigen membentuk CO$_2$ dan jika CO$_2$ ini bereaksi dengan air akan membentuk asam karbonat.
$ CO_2(g) + H_2O(l) \rightarrow H_2CO_3(l) $
dengan $ H_2CO_3(l) \,$ adalah asam karbonat
4). Membentuk garam asam oksi.
Asam karbonat, suatu asam diprotik yang khas, bereaksi dengan basa menghasilkan karbonat dan bikarbonat, antara lain seperti berikut.
- K$_2$CO$_3$ = kalium karbonat
- KHCO$_3$ = kalium bikarbonat
- MgCO$_3$ = magnesium karbonat
- Mg(HCO$_3)_2$ = magnesium bikarbonat
5) Kecenderungan atom karbon membentuk ikatan kovalen tunggal, ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga yang akan membentuk senyawa organik.

Sifat kimia silikon, antara lain seperti berikut.
1). Silikon bereaksi dengan halogen, secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
$Si + 2 X_2 \rightarrow SiX_4$
2). Bila silikon dipanaskan dengan oksigen akan membentuk oksida SiO$_3$, sehingga apabila oksida ini bereaksi dengan air membentuk dua asam yaitu asam ortosilikat (H$_4$SiO$_4$) dan asam metasilikat H$_2$SiO$_3$. Senyawa ini tidak larut dalam air tetapi bereaksi dengan basa.
$H_4SiO_4(l) + 4 NaOH(l) \rightarrow Na_4SiO_4(l) + H_2O(l) $
dimana $ Na_4SiO_4 = \, $ natrium ortosilikat
3). Silikon membentuk garam dari asam oksi, antara lain seperti berikut.
- Na$_2$SiO$_3$ = natrium metasilikat
- Mg$_2$SiO$_4$ = magnesium ortosilikat
- LiAl(SiO$_3)_2$ = litium aluminium metasilikat
4). Semua silikat membentuk larutan yang bersifat basa yang dapat dilarutkan dalam air, di mana ion SiO$_3^{2-} \, $ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
$SiO_3^{2-}(aq) + H_2O(l) \leftrightharpoons HSiO_3(aq) + OH^- (aq) $
5). Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa, di mana atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling.

3. Kelimpahan Unsur Karbon di Alam
       Karbon terdapat di alam dalam keadaan bebas seperti intan dan grafit. Adapun dalam keadaan ikatan sebagai bahan bakar mineral, antrasit, batu bara, batu bara muda, dan sebagai minyak tanah, aspal, gas CO$_2$, dan CaCO$_3$. Karbon di alam juga terdapat sebagai hasil pembuatan arang amorf, misalkan kokas dari penyulingan kering batu bara, arang kayu dari pembakaran kayu. Karbon amorf sesungguhnya adalah grafit yang hablur-hablurnya sangat halus.

4. Pembuatan Unsur Silikon
       Silikon dapat dibuat dari reduksi SiO$_2$ murni dengan serbuk aluminium pada suhu tinggi, dengan reaksi seperti berikut.
$4 Al(s) + 3 SiO_2(s) \rightarrow 2 Al_2O_3(l) + 3 Si(s) $ .

5. Kegunaan unsur dan senyawa Silikon
a. Unsur Silikon
       Oleh karena silikon bersifat semikonduktor sehingga digunakan sebagai bahan baku pada kalkulator, transistor, komputer, dan baterai solar.
b. Pasir Kwarsa
       Pasir Kwarsa (SiO$_2$) digunakan untuk pembuatan kaca, gelas, porselin, beton. Selain itu SiO$_2$ digunakan untuk menggosok batu kaca, logam-logam untuk pembuatan ampelas dan untuk pembuatan cat tahan udara.
c. Kaca Cair Natrium
       Kegunaan kaca cair natrium (Na$_2$SiO$_3$) adalah untuk bahan campuran sabun cuci dan perekat dalam pembuatan karton.

       Demikian pembahasan materi Unsur Golongan IVA. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur golongan VA.


Unsur Golongan IIIA

         Blog KoKim - Unsur-unsur golongan IIIA tidak sereaktif unsur golongan IA dan IIA. Anggota unsur golongan IIIA adalah boron (B), aluminium (Al), gallium (Ga), indium (In), dan talium (Ti).

1. Sifat fisika golongan IIIA
       Boron merupakan unsur pertama dalam golongan IIIA yang tergolong metaloid, sedangkan unsur-unsur lainnya tergolong logam. Reaktivitas unsur-unsur golongan ini tidak ada kecenderungan. Potensial reduksi golongan IIIA negatif, ini menunjukkan bahwa unsur IIIA bersifat lebih logam dibanding hidrogen. Al3+ mempunyai potensial reduksi negatif yang paling besar di antara kation golongan IIIA. Oleh karena itu Al merupakan logam golongan IIIA yang paling aktif. Perhatikan sifat-sifat golongan IIIA pada tabel berikut:

2. Sifat kimia golongan IIIA (Boron dan Alumunium)
1). Boron
       Boron adalah unsur yang tidak reaktif pada suhu biasa. Bila bereaksi, tidak ada kecenderungan dari atom unsur boron untuk kehilangan elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana yaitu B3+. Adapun reaksi pada boron adalah sebagai berikut.
a). Reaksi dengan halogen
Boron bereaksi dengan halogen secara umum, bahkan sampai terbakar dalam gas fluor.
$ 2 B + 3 X_2 \rightarrow 2 BX_3 $
dimana $ X = \, $ atom halogen
b). Membentuk asam oksi
Jika dipanaskan dalam udara, unsur boron bereaksi dengan oksigen dalam pembakaran yang sangat eksotermik untuk membentuk oksida B$_2$O$_3$. Oksida ini bersifat asam. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut.
$ B_2O_3 (s) + 3H_2O (l) \leftrightharpoons 2H_3BO_3(l) $
diminana $ H_3BO_3 \, $ adalah asam borat.
c). Semua boron yang larut membentuk larutan yang bersifat basa bila dilarutkan dalam air, di mana ion BO$_3^{2-}$ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
$ BO_3^{2-} (aq) + H_2O(i) \leftrightharpoons HBO_3^- (aq) + OH^-(aq) $
d). Boron membentuk molekul-molekul ion raksasa dengan atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling dengan reaksi seperti berikut:

2) Sifat Kimia Unsur Aluminium
Sejumlah garam aluminium seperti halnya logam golongan IIIA mengkristal dalam larutannya sebagai hidrat. Misal senyawa AlX$_3$.6H$_2$O (di mana X = Cl$^-$, Br$^-$, I$^-$). Aluminium bersifat amfoter. Perhatikan reaksi berikut.

Aluminium dapat berlaku asam atau basa dikarenakan kecenderungan yang kuat untuk dioksidasi menjadi Al$^{3+}$. Perhatikan reaksi berikut:
$ 2 Al(s) + 6 H_2O(l) \rightarrow 2 Al(OH)_3(aq) + 3 H_2(g) $

Reaksi ini terjadi pada permukaan aluminium yang bersih tetapi dalam larutan asam atau dengan kehadiran basa kuat, lapisan tipis Al(OH)$_3$ ini larut dengan reaksi seperti berikut.
$2 Al(OH)_3(aq) + 2 OH^-(aq) \rightarrow 2 Al(OH)_4^-(aq) $

3. Kelimpahan unsur Boron dan Alumunium di alam
a. Boron
       Boron tidak ditemukan bebas di alam, melainkan dalam senyawanya seperti silika, silikat, dan borat. Senyawa boron yang utama dan tidak melimpah adalah asam borat (H$_3$BO$_3$) dan natrium borat terhidrasi atau boraks (Na$_2$B$_4$O$_7$.10H$_2$O).

b. Aluminium
       Unsur yang terpenting pada golongan IIIA adalah aluminium. Kelimpahan aluminium terdapat dalam berbagai senyawa, seperti batu manikam (Al$_2$O$_3$), tanah liat (Al$_2$(SiO$_3$)$_3$), kriolit (NaF.AlF$_3$), bauksit (Al$_2$O$_3$.2H$_2$O). Bauksit merupakan bahan terpenting untuk memperoleh aluminium antara lain terdapat di Kepulauan Riau, dan Pulau Bintan.

4. Pembuatan unsur dan senyawa golongan IIIA
a. Unsur Aluminium
       Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit yang dilarutkan dalam kriolit cair. Proses ini dikenal dengan proses Hall. Pada proses ini bauksit ditempatkan dalam tangki baja yang dilapisi karbon dan berfungsi sebagai katode. Adapun anode berupa batang-batang karbon yang dicelupkan dalam campuran.

b. Senyawa Aluminium Sulfat
Aluminium sulfat Al$_2$(SO$_4$) dibuat dari pemanasan tanah liat murni (kaolin) dengan asam sulfat pekat.

c. Unsur Boron
Boron dibuat dengan mereduksi boron oksida B$_2$O$_3$, dengan magnesium atau aluminium. Perhatikan reaksi berikut.

5. Kegunaan unsur dan senyawa golongan IIIA
a. Unsur Aluminium
       Aluminium digunakan untuk membuat barang-barang keperluan rumah tangga, misal piring, mangkok, dan sendok; untuk membuat rangka dari mobil dan pesawat terbang; sebagai bahan cat aluminium (serbuk aluminium dengan minyak cat). Aluminium dapat dicairkan menjadi lembaran tipis yang dipakai untuk pembungkus cokelat, rokok dan juga sebagai kaleng minuman bersoda. Daun aluminium atau logam campuran dengan Mg dipakai sebagai pengisi lamput Blitz, di samping gas oksigen. Selanjutnya aluminium dipakai untuk membuat beberapa macam logam campur, diantaranya yang penting ialah duraluminium (paduan 94% aluminium dengan Cu, Mn, Mg), yang terutama dipakai dalam industri pesawat terbang, dan mobil.

b. Aluminium Oksida
       Aluminium oksida (Al$_2$O$_3$) di alam tercampur dengan oksida besi dalam bentuk hablur yang disebut amaril. Bahan ini sangat keras dan dipakai untuk menggosok besi. Hablur Al$_2$O$_3$ (korundum) juga terdapat dalam bentuk batu permata atau intan berwarna misal mirah berwana merah (mirah delima), nilam berwarna biru (batu nilam), zamrut berwarna hijau, ametis berwarna ungu, ratna cempaka berwarna kuning. Batu-batu ini diperdagangkan dengan nama batu akik, meskipun nama ini tidak tepat karena yang dimaksudkan dengan akik adalah hablur kwarsa (SiO$_2$).

c. Senyawa Asam Borat
       Asam borat (H$_3$BO$_3$) banyak dipakai dalam pabrik kaca dan email. Pada penyamakan kulit digunakan untuk mengikat kapur dalam kulit.

d. Garam-Garam Aluminium Silikat
       Beberapa garam aluminium silikat terdapat dalam tanah liat. Tanah liat merupakan bahan dasar dalam pembuatan keramik. Ultramarin adalah bahan cat biru yang terdiri dari Na-Al-silikat dan S. Ultramarin dalam alam terdapat dengan nama lazurit, dipakai sebagai bahan pembiru pakaian, tekstil, kertas, dan gula.

e. Senyawa Natrium Perborat
       Natrium perborat NaBO$_3$.4H$_2$O dengan air menimbulkan oksigen aktif yang digunakan sebagai pemucat dalam beberapa macam serbuk sabun.

       Demikian pembahasan materi Unsur Golongan IIIA. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur golongan IVA.


Golongan Alkali Tanah atau Golongan IIA

         Blog KoKim - Anggota unsur golongan alkali tanah atau golongan IIA adalah berelium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan unsure radioaktif radium (Ra). Di antara unsur-unsur ini Mg dan Ca yang terbanyak terdapat di kerak bumi.

         Atom-atom golongan alkali tanah memiliki konfigurasi elektron $np^6(n + 1)s^2 $ kecuali Be. Kerapatan unsur-unsur golongan ini lebih besar dari unsur alkali dalam satu periode. Unsur-unsur ini mempunyai dua elektron valensi yang terlibat dalam ikatan logam. Oleh karena itu dibandingkan dengan unsur golongan IA, unsurunsur ini lebih keras, energi kohesinya lebih besar, dan titik lelehnya lebih tinggi.

         Titik leleh unsur-unsur alkali tanah tidak berubah secara teratur karena mempunyai struktur kristal yang berbeda. Misal unsur Be dan Mg memiliki struktur kristal heksagonal terjejal, sedangkan struktur kristal unsur Sr berbentuk kubus berpusat muka dan struktur kristal unsur Ba berbentuk kubus berpusat badan.

1. Sifat fisika golongan alkali tanah
Perhatikan sifat-sifat fisika unsur alkali tanah pada tabel berikut:

2. Sifat kimia golongan alkali tanah
       Sifat kimia unsur alkali tanah sama dengan sifat kimia unsur alkali. Unsur alkali tanah terdapat dalam alam sebagai ion dipositif (positif dua). Kalsium, stronsium, dan barium memiliki sifat yang serupa, namun magnesium dan berkelium berbeda dengan ketiga unsur tersebut yaitu kurang aktif. Semua unsur alkali tanah merupakan penyumbang elektron. Unsur alkali tanah tergolong reduktor yang kuat. Unsur alkali tanah mudah bereaksi dengan unsur nonlogam membentuk senyawa ion misal halida, hidrida, oksida, dan sulfida. Unsur alkali tanah, kecuali berelium dan magnesium bereaksi dengan air.

1). Reaksi-reaksi kimia yang utama pada alkali tanah adalah seperti berikut.
a). Reaksi antara logam-logam alkali dan oksigen.
$ 2 M + O_2 \rightarrow 2 MO $
$ M + O_2 \rightarrow MO_2$
b). Reaksi logam alkali (M) dengan unsur-unsur halogen, S, N$_2$, H$_2$O, dan H$_2$.
$M + X_2 \rightarrow MX_2 $
$M + S \rightarrow MS $
$M + H_2 \rightarrow MH_2$
$M + 2 H_2O \rightarrow M(OH)_2 + H_2 $
$3 M + N_2 \rightarrow M_3N_2$
c). Reaksi dengan asam.
$M + 2 H^+ \rightarrow M^{2+} + H_2$
d). Reaksi dengan gas amonia dengan katalis.
$ M + 2 NH_3 \rightarrow M(NH_2)_2 + H_2$

2). Kelarutan
Garam-garam oksalat, sulfat, kromat, dan karbonat dari alkali tanah umumnya sukar larut dalam air.

3. Kelimpahan unsur-unsur golongan alkali tanah di alam
a. Kalsium
       Kalsium di alam terdapat dalam senyawaan seperti CaCO$_3$ dalam kalsit, batu kapur (gamping), pualam, batu karang, dan kulit kerang; CaSO$_4$.2H$_2$O dalam gips atau albar atau batu tahu; Ca$_3$(PO$_4)_2$ dalam tulang; dan CaF$_2$. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatra Barat.

b. Magnesium
       Magnesium di alam terdapat sebagai garam-garam karbonat, klorida, silikat, dan sulfat. Misal magnesit (MgCO$_3$), dolomit (CaCO$_3$.MgCO$_3$), karnalit (KCl.MgCl$_2$.6 H$_2$O), kainit (KCl.MgSO$_4$.3H$_2$O), kiserit (MgSO$_4$.H$_2$O), asbes (CaSiO$_3$.3MgSiO$_3$), talek (3MgO.4SiO$_2$.H$_2$O), dan mika yaitu berbagai jenis Al-Mg-K-Silikat. Dolomit banyak ditemukan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Papua. Oleh karena pengaruh pelapukan, Mg dibebaskan dari garam-garam silikat dan merupakan bagian dari tanah yang dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Mg adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan (dalam klorofil).

4. Pembuatan unsur dan senyawa golongan alkali tanah
a. Unsur Kalsium
       Kalsium dapat dibuat dengan elektrolisis CaCl$_2$ cair sehingga dihasilkan Ca pada katode. Hasil sampingnya adalah klorin.

b. Senyawa Kalsium Oksida
       Senyawa kalsium oksida (CaO) dibuat secara besar-besaran dengan memanaskan (pembakaran) batu kapur atau kulit kerang dalam tanur pembakar. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
              $CaCO_3(s) \rightarrow CaO(s) + CO_2(g) $
CaO juga disebut kapur tohor dan dalam perdagangan disebut gamping. Gas CO$_2$ yang terbentuk harus segera dialirkan keluar, karena reaksinya dapat balik kembali. Kapur tohor sangat higroskopis.

c. Unsur Magnesium
       Magnesium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan magnesium klorida. Sekarang ini, Mg juga dapat diperoleh dari air. Selain itu Mg diperoleh juga dari reduksi MgO dengan karbon.

5. Kegunaan senyawa alkali tanah
a. Unsur Kalsium
       Kalsium adalah logam lunak, berwarna putih; mudah bereaksi dengan oksigen, tetapi kalsium oksida yang terbentuk merupakan lapisan yang melindungi logamnya terhadap oksigen lebih lanjut. Kalsium dicampur dengan litium sebagai pengeras dalam logam yang mengandung timbal; untuk industri baja Cr-Ni, kalsium dipakai sebagai campuran logam campur.

b. Senyawa Kalsium Sulfat
       Senyawa kalsium sulfat (CaSO$_4$) di alam sebagai CaSO$_4$.2H$_2$O yang disebut dengan gips atau albas. Senyawa ini baik digunakan untuk membuat bermacam-macam barang tuang, sebagai pembalut gips, dalam industri cat digunakan sebagai cat "putih", untuk pembuatan kapur tulis (campuran dari gips, kaolin, asam oleat, dan NaOH). Jika dipanaskan sampai di atas 200 $^\circ$C, maka air hablurnya lenyap semua (CaSO$_4$.0H$_2$O). Jika dicampur dengan air kembali maka senyawa tersebut tidak dapat mengikat air lagi. Keadaan demikian dinamakan gips mati.

       Semen gips dibuat dari gips yang dicampur dengan asam fosfat, Na-fosfat, pasir dan dipanaskan sampai +1200 $^\circ$C. Hasil ini dicampur lebih lanjut dengan K$_2$SO$_4$ dan ZnSO$_4$, kemudian digiling halus. Semen gips dicampur dengan air dapat menjadi keras dalam waktu 2 jam.

c. Unsur Magnesium
       Magnesium adalah logam ringan berwarna putih, tetapi dalam udara menjadi putih abu-abu karena terbentuknya lapisan magnesium oksida yang melindungi logamnya terhadap oksidasi lebih lanjut. Dalam bentuk pita atau serbuk magnesium mudah terbakar menjadi magnesium oksida dengan menimbulkan cahaya putih yang menyilaukan. Magnesium dalam asam encer membentuk gas hidrogen. Magnesium dipakai sebagai pengisi lampu Blitzchth (dicampur dengan logam aluminium). Magnesium banyak digunakan untuk pembuatan logam campur, dengan sifatsifat tetap ringan, tetapi dengan kekuatan yang berlipat ganda. Oleh karena itu, magnesium dipakai untuk industry membuat rangka pesawat terbang.

d. Senyawa Magnesium Oksida
       Magnesium Oksida (MgO) berupa zat padat, berwarna putih, tidak mudah mencair (titik cairnya 2.800 $^\circ$C), keras dan tahan api. Oleh karena sifat-sifat ini MgO dipakai sebagai pelapis tanur. Jika MgO dipijarkan, dicampur dengan larutan MgCl$_2$ yang pekat, membentuk bubur yang di udara menjadi keras dan mengilap. Campuran tersebut dinamakan semen magnesium atau semen sorel. Campuran semen magnesium dengan serbuk kayu, serbuk gabus, gilingan batu, dan sebagainya disebut granit kayu atau ksilolit. Bahan ini antara lain dipakai untuk membuat lantai yang tidak bersela atau tidak bersambung dan sebagai bahan gading buatan.

e. Senyawa Magnesium Sulfat
       Magnesium sulfat (MgSO$_4$) berupa padatan putih. Contoh garam inggris dengan rumus MgSO$_4$.7H$_2$O, dipakai dalam obat-obatan sebagai pencahar (obat urus-urus).

f. Senyawa Magnesium Hidroksida
       Magnesium Hidroksida (Mg(OH)$_2$) berupa padatan putih yang sedikit larut dalam air. Bersifat basa. Oleh karena itu Mg(OH)$_2$ digunakan untuk obat sakit maag.

       Demikian pembahasan materi Golongan Alkali Tanah atau Golongan IIA. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan unsur golongan IIIA.


Golongan Alkali atau Golongan IA

         Blog KoKim - Unsur-unsur pada golongan IA dalam tabel periodik dikenal juga dengan nama unsur alkali, karena semua anggotanya bereaksi dengan air membentuk larutan alkali. Anggota golongan alkali atau golongan IA dari atas ke bawah berturut turut adalah litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs), dan fransium (Fr).

         Unsur-unsur alkali disebut juga logam alkali. Unsur alkali memiliki ukuran yang lebih besar di antara unsur-unsur dalam satu periode. Unsur-unsur ini mempunyai energi ionisasi kecil. Energi ionisasi merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron pada kulit terluar. Makin besar nomor atom, energi ionisasinya makin berkurang. Hal ini karena semakin besar nomor atom berarti semakin jauh jarak electron terluar dengan inti atom sehingga makin mudah lepas. Unsur-unsur alkali mempunyai keelektronegatifan kecil. Oleh karena itu unsur alkali membentuk senyawa ion.

1. Sifat fisika logam alkali
       Unsur-unsur golongan ini hanya mempunyai satu electron valensi yang terlibat dalam pembentukan ikatan logam. Oleh karena itu, logam ini mempunyai energi kohesi yang kecil yang menjadikan logam golongan ini lunak. Contohnya logam natrium yang lunak sehingga dapat diiris dengan pisau. Hal ini juga mengakibatkan makin berkurangnya titik leleh dan titik didih unsur-unsur alkali. Unsur-unsur alkali adalah reduktor kuat. Kekuatan reduktor dapat dilihat dari potensial elektrode.

       Unsur-unsur alkali dapat melarut dalam cairan amonia. Larutan encer logam alkali dalam amonia cair berwarna biru. Larutan ini adalah penghantar listrik yang lebih baik daripada larutan garam. Daya hantarnya hampir sama dengan daya hantar logam murni. Perhatikan sifat-sifat fisika unsur-unsur alkali dalam Tabel berikut ini:

2. Sifat kimia logam alkali
Sifat kimia unsur-unsur alkali, adalah seperti berikut.
1). Sangat Reaktif
       Unsur-unsur alkali sangat reaktif atau mudah bereaksi dengan unsur lain karena mereka mudah melepaskan elektron terluarnya. Di udara, unsur-unsur ini akan bereaksi dengan oksigen atau air. Oleh karena itu, unsur ini biasanya disimpan dalam minyak tanah atau hidrokarbon yang inert. Unsur alkali tidak ada yang terdapat di alam dalam bentuk unsurnya, biasanya bergabung dalam mineral yang larut dalam air, misal NaCl (natrium klorida). Unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion uni-positif (positif satu).

2). Sifat Logam
       Sifat logam unsur alkali dari atas ke bawah pada tabel periodik cenderung bertambah. Sifat ini terkait dengan kecenderungan atom unsur alkali melepas elektron.

3). Reaksi-reaksi pada logam alkali adalah seperti berikut.
a). Reaksi antara logam-logam alkali dan oksigen menghasilkan oksida (M$_2$O), peroksida (M$_2$O$_2$), dan superoksida (MO$_2$). Perhatikan reaksi berikut.
$ 4M+O_2 \rightarrow 2M_2O $
$2M+O_2 \rightarrow M_2O_2 $
$M+O_2 \rightarrow MO_2 $
b). Reaksi logam alkali (M) dengan unsur-unsur halogen N, S, P, dan H$_2$. Perhatikan reaksi berikut.
$ 2M + Cl_2 \rightarrow 2MCl $
$ 6M + N_2 \rightarrow 2M_3N $
$ 2M + S \rightarrow M_2S $
$ 3M + P \rightarrow M_3P $
$ 2M + H_2 \rightarrow 2MH $
Litium merupakan unsur yang dapat bereaksi secara langsung dengan nitrogen.
c). Reaksi dengan air
$ 2M + 2H_2O \rightarrow 2MOH + H_2 $
Jika unsur alkali direaksikan dengan air maka litium bereaksi lambat, sedangkan natrium meleleh dan logam lain menyala.
d). Reaksi dengan asam encer
$ 2M + 2 H^+ \rightarrow 2M^+ + H_2 $
e). Reaksi dengan gas amonia pada suhu 400 $^\circ$C
$ 2M + 2NH_3 \rightarrow 2MNH_2 + H_2 $
f). Reaksi dengan aluminium klorida dengan pemanasan
$ 3M + AlCl_3 \rightarrow 3MCl + Al $
4). Logam-logam alkali memberikan warna nyala yang khas, misalnya Li (merah), Na (kuning), K (ungu), Rb (merah), dan Cs (biru/ungu).

3. Kelimpahan unsur-unsur golongan alkali di alam
a. Natrium
       Natrium terdapat di alam dalam senyawaan. Antara lain natrium klorida (NaCl) yang terlarut dalam air laut dan sebagai garam batu dalam tanah; natrium nitrat (NaNO$_3$); dan natrium karbonat (Na$_2$CO$_3$) sebagai soda alam. Natrium karbonat berupa hablur putih yang larut dalam air. Bentuk hidratnya disebut soda cuci, Na$_2$CO$_3$.10H$_2$O.

       Natrium klorida atau garam dapur terdapat banyak sekali di seluruh dunia. Selain terlarut dalam air laut (hampir 3%) juga dalam lapisan-lapisan di dalam tanah (garam darat) yang kadang-kadang sampai ratusan meter tebalnya. Garam dapur banyak dihasilkan di Pulau Madura.

       Natrium nitrat juga disebut sendawa chili, terdapat di alam di perbatasan antara Chili dan Peru. Diduga, bahwa sendawa chili di daerah tersebut terbentuk dari pelapukan tumbuhan laut dan kotoran-kotoran burung dengan pengaruh oksigen dan bakteri-bakteri sendawa.

b. Kalium
       Kalium dalam alam hanya terdapat dalam senyawaan, seperti silvinit (KCl), karnalit (KCl.MgCl$_2$.6H$_2$O), dan kainit (KCl.MgSO4.3H$_2$O). Adapun potas atau garam abu (K$_2$CO$_3$) dihasilkan dari pembakaran tumbuh-tumbuhan darat.

4. Pembuatan unsur dan senyawa dari golongan alkali
Kita dapat memperoleh unsur-unsur utama dari senyawanya dan kita juga dapat membuat senyawaan lain dari unsur-unsur utama tersebut.

a. Unsur Natrium
       Natrium dapat diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl yang dicairkan dengan katode besi dan anode karbon. Sel yang digunakan adalah sel Downs. Natrium cair terbentuk pada katode, selanjutnya dialirkan dan ditampung dalam wadah berisi minyak tanah. Dalam proses ini bejana elektrolisis dipanaskan dari luar dan dijaga agar natrium yang terbentuk tidak bersinggungan dengan udara, karena akan terbakar. Hasil samping elektrolisis ini adalah klorin.

b. Senyawa Natrium klorida
       Natrium klorida (NaCl) atau garam dapur diambil dari air laut dengan menguapkan air laut dalam kolam atau tambak yang luas di tepi laut. Metode ini dapat diterapkan di daerah panas. Adapun di daerah dingin, garam dapur didapat dengan membekukan air. Air beku yang terbentuk tidak mengandung NaCl, sehingga larutan yang disisakan merupakan larutan pekat dengan kadar NaCl yang tinggi.

       Garamnya dapat dipisahkan dengan penguapan. Garam darat diperoleh dengan menggalinya. Hasil penggalian yang sudah putih bersih dapat langsung diperdagangkan. Adapun hasil penggalian yang masih kotor, lebih dahulu dilarutkan dalam air agar kotorannya mengendap dan dipisahkan dengan penyaringan. Selanjutnya garam dapat diperoleh kembali dengan penguapan.

       Apabila lapisan-lapisan yang mengandung garam itu terlalu dalam letaknya di dalam tanah maka untuk mendapatkan garam darat tersebut terlebih dulu perlu dipompakan air ke dalam tanah untuk melarutkan garamnya, kemudian larutan itu dipompa kembali ke atas (cara Frasch).

c. Senyawa Natrium karbonat
Natrium karbonat (Na$_2$CO$_3$) dapat diperoleh dengan cara:
1). Elektrolisis larutan NaCl dengan diafragma
Ke dalam ruangan katode, di mana terbentuk NaOH dipompakan (dialirkan dengan tekanan) gas CO$_2$, sehingga terbentuk NaHCO$_3$, kemudian NaHCO$_3$ yang terbentuk dipanaskan. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
$ NaOH(l) + CO_2(g)\rightarrow NaHCO_3(aq) $
$ 2NaHCO_3(aq)\rightarrow Na_2CO_3(l) + H_2O(l) + CO_2(g) $
2) Proses Solvay
Kedalam larutan garam dapur yang jenuh dan panas, dipompakan gas-gas amonia (NH$_3$) dan karbon dioksida (CO$_2$). Maka terjadilah reaksi-reaksi seperti berikut:
$NH_3(g) + CO_2(g) + H_2O(l)\rightarrow (NH_4)HCO_3(aq) $
$(NH_4)HCO_3(aq) + NaCl(aq)\rightarrow NH_4Cl(aq) + NaHCO_3(aq) $
Natrium hidrogen karbonat (NaHCO$_3$) yang terbentuk, dipanaskan hingga berubah menjadi soda (natrium karbonat), dengan reaksi seperti berikut.
$ 2NaHCO_3(aq) \rightarrow Na_2CO_3(l) + H_2O(l) + CO_2(g) $
CO$_2$ yang dibebaskan, dapat dipakai kembali dalam proses tersebut. NH$_3$ yang mahal harganya, dapat diperoleh kembali dengan mereaksikan NH$_4$Cl dengan Ca(OH)$_2$. Perhatikan reaksi berikut.
$2 NH_4Cl(aq) + Ca(OH)_2(l) \rightarrow CaCl_2(l) + 2 NH_4OH(aq) $
$2 NH_4OH(aq) \rightarrow 2NH_3(g) + 2 H_2O(l) $

d. Senyawa Natrium Hidrogen Karbonat
       Pada pembuatan soda dengan proses solvay sebagai hasil pertama terbentuk senyawa natrium hidrogen karbonat (NaHCO$_3$) yang akan terurai pada suhu 650 $^\circ$C. Oleh karena itu garam yang terbentuk harus dihablurkan di bawah suhu tersebut. Natrium hidrogen karbonat dapat juga terbentuk jika dalam larutan soda yang jenuh dialirkan karbon dioksida di bawah suhu 310 $^\circ$C.
$Na_2CO_3(l) + H_2O(l) + CO_2(g) \rightarrow 2 NaHCO_3(aq) $

e. Unsur Kalium
Kalium dibuat dari elektrolisis KOH cair seperti pada natrium serta pemijaran potas (K$_2$CO$_3$) dalam karbon.
$ K_2CO_3(l) + 2 C(s) \rightarrow 2 K(s) + 3 CO(g) \uparrow $

f. Senyawa Kalium hidroksida
Kalium hidroksida (KOH) diperoleh dari elektrolisis larutan KCl dengan diafragma (sama dengan cara pembuatan NaOH dari elektrolisis larutan NaCl).

5. Kegunaan golongan alkali
Unsur-unsur golongan alkali dalam bentuk unsur atau senyawa memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan kita sehari-hari.
a. Unsur Natrium
       Natrium memiliki kemampuan daya gabung terhadap oksigen besar, sehingga sangat mudah terbakar di udara. Oleh karena itu, Na disimpan dalam minyak tanah atau dalam parafin cair. Natrium terbakar dengan nyala kuning. Natrium banyak digunakan untuk pembuatan lampu-lampu natrium dan pembuatan senyawa-senyawa organik.

b. Senyawa Natrium Hidroksida
       Natrium hidroksida (NaOH), disebut juga soda api atau soda kaustik. NaOH adalah suatu basa yang sangat kuat; larut dengan baik dalam air dengan menimbulkan kalor (larutannya dinamakan lindi natron); mengikat CO$_2$ dari udara dan berubah menjadi Na$_2$CO$_3$. Soda api digunakan dalam membuat "sabun keras", membersihkan minyak tanah, dan dalam industri.

c. Senyawa Natrium Klorida
       Natrium klorida (NaCl) penting sebagai bahan makanan, dan pengawet sayur, daging, telur, dan ikan. Penambahan NaCl dalam air es digunakan sebagai pendingin dalam pembuatan bermacam-macam es, misal es puter, es lilin, dan es krim. Dalam industri, NaCl digunakan sebagai sumber unsur Na dan Cl, dan sebagai bahan pembuatan senyawan-senyawa lain yang mengandung Na atau Cl, seperti asam klorida, dan soda. NaCl dalam industri keramik dipakai sebagai campuran bahan glasir.

d. Senyawa Natrium Karbonat
       Natrium karbonat (soda) mudah larut dalam air, dan larutannya bersifat basa. Berdasarkan sifat inilah maka soda digunakan sebagai zat pencuci. Soda digunakan dalam perusahaan pencucian untuk menghilangkan noda minyak. Soda juga dipakai dalam industri kaca, dan untuk melunakkan air sadah.

e. Senyawa Natrium Hidrogen Karbonat
       Natrium hidrogen karbonat dipakai dalam alat pemadam api. Alat ini diisi dengan larutan NaHCO$_3$ dicampur dengan saponin, suatu zat dapat berbuih. Fungsi lain NaHCO$_3$ adalah untuk menghilangkan bau tengik dari mentega; mengembangkan kue; menghilangkan lemak dan lilin dalam pencucian bulu domba; serta menghilangkan gom dari sutra.

f. Senyawa Natrium Nitrat atau Sendawa Chili
       Natrium nitrat dipakai sebagai pupuk buatan dan pembuatan asam sendawa.

g. Senyawa Kalium Nitrat
       Kalium nitrat berupa hablur-hablur putih, tidak higroskopik. Senyawa ini digunakan sebagai pengawet daging dan dalam pembuatan mesiu.

h. Senyawa Kalium Iodida dan Kalium Bromida
       Kedua garam tersebut terdapat dalam jumlah sedikit di alam (dalam air laut). Keduanya dipakai dalam obat-obatan. KI mempunyai sifat membersihkan darah, sedangkan KBr dapat menenangkan saraf (obat tidur). KBr juga dipakai dalam pemotretan.

i. Senyawa Kalium Klorat dan Kalium Hidroksida
       Senyawa kalium klorat tidak begitu mudah larut dalam air, merupakan oksidator kuat, lebih-lebih dengan katalis MnO$_2$. Kalium klorat dipakai dalam pembuatan korek api, pembuatan petasan, dan sebagai obat kumur. Adapun kalium hidroksida (KOH) dipakai dalam pembuatan sabun mandi.

j. Unsur Litium
       Senyawa yang paling penting dari unsur litium adalah senyawa klorida, sulfat, dan karbonat. Litium karbonat digunakan dalam pembuatan peralatan gelas dan keramik. Pada kemurnian yang tinggi senyawa ini digunakan dalam pengobatan pada kerusakan mental tertentu. Senyawa ini juga berfungsi sebagai bahan dalam pembuatan senyawa litium lainnya, misal pada pembuatan litium hidroksida.

       Demikian pembahasan materi Golongan Alkali atau Golongan IA dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan golongan alkali tanah atau golongan IIA.


Unsur-unsur Golongan Utama

         Blog KoKim - Tahukah teman-teman, bahan yang digunakan untuk membuat pupuk buatan? Pupuk buatan dapat dibuat dari amonium nitrat, yang merupakan senyawaan dari unsur nitrogen. Unsur nitrogen tergolong unsur utama. Unsur-unsur apa saja yang termasuk unsur utama? Bagaimana sifat dan kelimpahan unsur-unsur utama? Dan apakah manfaat dari unsur-unsur utama itu dalam kehidupan sehari-hari?
Sumber: Tempo, Edisi 14 - 20 Mei 2007

         Jumlah unsur banyak sekali, baik yang alamiah maupun yang buatan. Unsur-unsur tersebut disusun dalam tabel periodik. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan dalam kolom-kolom yang disebut dengan golongan dan dalam baris yang disebut periode. Secara garis besar unsur-unsur tersebut dibedakan atas unsur-unsur utama dan unsur-unsur transisi. Pada artikel ini kita akan mempelajari unsur-unsur golongan utama.

         Unsur-unsur utama ini meliputi golongan A (yaitu golongan IA sampai golongan VIIIA). Golongan IA disebut golongan alkali, IIA disebut golongan alkali tanah, golongan VIIA disebut golongan gas halogen, dan VIIIA disebut golongan gas mulia. Adapun hal-hal yang akan dibahas secara lebih rinci pada unsur golongan utama ini meliputi:
Sifat fisika
Sifat kimia
Kelimpahan Unsur-Unsur Utama di Alam
Pembuatan Unsur dan Senyawa
Kegunaan Unsur dan Senyawa
Dampak Negatif Unsur-Unsur Utama

Hal-hal yang akan kita bahas terkait unsur-unsur golongan utama yaitu :
*). unsur golongan alkali atau golongan IA
*). unsur golongan alkali tanah atau golongan IIA
*). unsur golongan IIIA
*). unsur golongan IVA
*). unsur golongan VA
*). unsur golongan VIA
*). unsur golongan halogen atau golongan VIIA
*). unsur golongan gas mulia atau golongan VIIIA
*). Dampak Negatif Unsur-unsur golongan utama.

       Demikian pembahasan materi Unsur-unsur Golongan Utama. Silahkan teman-teman ikuti link d atas untuk mempelajari unsur-unsur golongan utama secara lebih terperinci. Semoga materi ini bermanfaat.